Hello,

Reader

Frederikus Gebze Dicopot Sebagai Ketua DPD NasDem, Tokoh Merauke: Dalangnya Kelompok Kapitalis
Frederikus Gebze Dicopot Sebagai Ketua DPD NasDem, Tokoh Merauke: Dalangnya Kelompok Kapitalis

Jakarta, HanTer - Tokoh masyarakat Merauke kecewa dengan dicopotnya Bupati Merauke, Frederikus Gebze sebagai Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem). Apalagi pencopotan tersebut dilakukan secara tiba-tiba disaat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Mereka menilai, selain ilegal dan zalim, aksi “kudeta” tersebut diduga didalangi oleh kelompok kapitalis yang ingin menguasai Merauke.

"Ini adalah penzaliman terhadap Frederikus Gebze yang telah ikut membesarkan Partai NasDem di Merauke," ujar Ketua Pemuda Marind dan intelektual Marind, Fransiskus Ciwe dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/20).

Fransiskus menilai, keputusan pencopotan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Merauke yang juga Bupati Merauke,  Frederikus Gebze merupakan produk berbau rasis terhadap marga Gebze, Ndiken, Mahuze, Balagaize dan lain-lain.

“Frederikus Gebze itu selain Ketua DPD Nasdem. Dia juga bupati aktif Merauke. Keputusan itu sangat  berbau rasis,  aneh, memalukan dan menelanjangi saudara kami di atas tanahnya sendiri,” katanya.

Menurutnya keputusan itu sangat tidak lazim dan di luar nalar yang sehat. Walau, produk keputusan rasis itu melalui internal partai. Keputusan tersebut tidak memberikan pelajaran politik yang sehat kepada masyarakat Marind.

“Kami memahami dan mengerti mekanisme organisasi. Lazimnya keputusan seperti itu melalui forum Musyawarah Daerah (Musda) partai. Katanya partai yang mengusung slogan  restorasi. Realitanya tidak memberikan pelajaran politik yang sehat di kalangan warga,” katanya.

Tak hanya dari kalangan pemuda. Budayawan Papua asal Merauke, Isayas Ndiken pun menganggap peristiwa yang dialami Frederikus Gebze sangat tidak manusiawi. Jika Frederikus Gebze itu ada kesalahan mengapa tidak diberitahu.

“Salahnya dimana,” ujarnya bernada tanya. Dia melihat permainan politik  ini sama sekali tidak sehat. Apa yang dialami Frederikus Gebze ini,  kami merasa sangat tidak adil,” tegasnya.

Diduga Bohongi Surya Paloh

Wakil Ketua Bidang Pertanian Dan Perikanan, DPD NasDem Kabupaten Merauke, Mattawang juga menyebut, pemberhentian Frederikus Gebze sebagai Ketua DPD itu ilegal. Tidak sesuai dengan PO (Peraturan Organisasi). Karena walaupun belum ada musda (musyawarah daerah) tetapi jika diperintahkan ada pergantian maka pengurus partai harus melalui musyawarah.

Selain itu sampai saat ini Pengurus DPD Partai NasDem Merauke belum pernah menerima SK pergantian pengurus. "Jangankan menerima SK (Surat Keputusan) perubahan pengurus, kami selaku pengurus, termasuk juga Pak Frederikus Gebze, tidak pernah mendapat Surat Peringatan dari DPP, bahwa telah membuat kesalahan yang bisa berbuntut pemecatan," katanya lagi.

Dia tahu adanya SK pengesahan pengurus baru, melalui media. Melalui jumpa pers, para pengurus baru mengaku telah menerima SK pengesahan pengurus DPD NasDem Merauke. “Cara ini seperti ini tidak diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai,” katanya.

Mattawang melihat ada kejanggalan terkait penggantian pengurus tersebut.Pertama, surat tersebut SK tersebut tertanggal 28 Februari 2020, sementara menjelang 28 Februari 2020 sampai Juli tidak ada pemberitahuan resmi dari DPP tentang adanya upaya pergantian pengurus.

Kedua, dari tanggal 28 Februari 2020 sampai Juli 2020 ada beberapa agenda partai yang dilakukan oleh DPD di bawah kepemimpinan Frederikus Gebze diketahui DPW maupun DPP. Ketiga, pada tanggal 6 Juni 2020 DPW Partai NasDem Papua telah menyurati Frederikus Gebze selaku Ketua DPD Partai NasDem Merauke, terkait penyempurnaan pengurus, karena adanya pengurus yang meninggal dunia atau pindah partai.

Atas surat tersebut, Frederikus Gebze telah membalas dengan melampirkan usulan susunan struktur pengurus baru pada tanggal 26 Juni 2020. Hal ini menunjukkan bahwa Frederikus Gebze masih sah dan diakui sebagai Ketua DPD Partai NasDem Merauke. Tapi tiba-tiba kenapa muncul pengurus DPD baru yang mengklaim telah mendapat SK dari DPP NasDem.

"Sampai saat ini,  kami sama sekali belum rapat apapun tentang pengusulan nama-nama mereka yang baru. Dan sampai detik ini pak Frederikus tidak ada menerima surat resmi pemberhentian atau pemecatan dari DPP," tambah Mattawang.

Di balik pergantian ini dia juga melihat ada persengkokolan besar dari kapitalis di Merauke yang ingin menguasai partai. Dengan menguasai partai, khususnya NasDem yang merupakan parta pemenang Pemilu 2019 di Merauke, maka mereka berharap bisa nenguasai APBD.

"Para kapitalis dari etnis tertentu ini berambisi untuk menguasai perekonomian di Merauke, dengan menguasai partai pemenang pemilu di Merauke ini mereka bisa leluasa merampok uang APBD," tandasnya.

Kelompok ini, menurut Mattawang, sejak Frederikus Gebze menjadi Bupati Merauke,  sudah sering merecoki dengan meminta dan menguasai proyek APBD. Namun Frederikus Gebze rupanya tidak bisa dikendalikan oleh kelompok ini, maka dicarilah jalan dengan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan Frederikus Gebze dari Ketua DPD Partai NasDem.

Mattawang menduga, ada oknum di internal Partai NasDem yang mengakomodir kelompok ini dan menjadi otak atau dalang utama pelengseran Frederikus Gebze sebagai Ketua DPD Partai NasDem Merauke. Dan orang itu menurut Mattawang adalah oknum anggota dewan yang cukup berpengaruh dari Partai NasDem.

Menurutnya, peristiwa pencopotan Frederikus Gebze yang tanpa aturan dan etika politik yang baik ini menjadi catatan buruk dalan sejarah perjalanan demokrasi di tanah Papua. Dia juga menduga Surya Paloh, selaku Ketua Umum DPP Partai NasDem tidak mengetahui secara persis masalah ini.

"Dulu Pak Surya Paloh sampai meluangkan waktu naik jet pribadinya datang ke Merauke untuk melantik Frederikus Gebze sebagai Ketua DPD Partai NasDem pada 2017 lalu. Kepercayaan tersebut dijawab Frederikus Gebze dengan menjadikan Partai NasDem sebagai pemenang Pemilu 2019 di Merauke, sehingga berhak mendudukkan kadernya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Merauke. Masa iya Pak Surya Paloh mau mencopot begitu saja Ferderikus tanpa  alasan yang jelas dan kuat," tandas Mattawang.

Sementara itu, gelombang protes dari warga Merauke atas tindakan DPP Partai NasDem yang secara semena-mena mencopot  Frederikus Gebze sebagai Ketua DPD Partai  NasDem juga terus terjadi. Senin (13/7/2020) kemarin, sebanyak 30 orang warga asli Merauke yang menyebut diri "Aliansi Masyarakat Pencinta Demokrasi Papua", untuk memprotes pemecatan Frederikus Gebze sebagai Ketua DPD Nasdem Merauke.

Sebagai informasi, pada Sabtu (4/7/20) lalu, sejumlah orang menggelar jumpa pers terkait pergantian pengurus DPD Nasdem Merauke yang baru dengan Jefry Tjahyadi Putra sebagai ketuanya menggantikan posisi Frederikus Gebze. Pergantian tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP Partai NasDem Nomor 49 tahun 2020.

Sementara Sekretaris DPD Partai NasDem Merauke dijabat, Sugyanto SH, Bendahara Jefry R, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Johan S. Paulus, dan Wakil Ketua Bidang OKK Drs Ir Bedjamin I R Latumahina. Diungkapkan pula, bahwa DPP NasDem telah  mengeluarkan  rekomendasi partai, untuk pasangan balon bupati dan wakil bupati Merauke, Hendrikus Mahuze dan Edi Santoso.



#Nasdem #bupati #marauke

Komentar Anda
Komentar