Hello,

Reader

New Normal, Cegah Isi Perut Rakyat Tidak Kosong dan Kebangkrutan Nasional
New Normal, Cegah Isi Perut Rakyat Tidak Kosong dan Kebangkrutan Nasional

Ketidak pastian kapan wabah corona berakhir sebabkan makin berat dan kompleks dampak yang diakibatkannya. Ekonomi dan daya beli rakyat makin ambruk. Krisis ekonomi nasional makin buruk bahkan jauh lebih buruk dibanding krisis 97/98. Dibutuhkan langkah super cepat dan tepat sasaran atau extra ordinary order. New Normal jadi pilihan terpahit cegah isi perut rakyat tidak KOSONG secara massif dan massal. Cegah kebangkrutan ekonomi nasional. Kenapa?

Adalah buah simalakama bagi rakyat hadapi wabah corona. Diam dirumah terancam mati kelaparan. Beraktifitas diluar rumah terancam mati akibat corona. Idealnya negara hadir lindungi keselamatan jiwa rakyat, penuhi kebutuhan pangan rakyat dan mencegah krisis pangan, ekonomi rakyat bergerak efektif kembali, daya beli rakyat terdongkrak dan hidupnya sejahtera secara berkeadilan. Krisis ekonomi nasional segera teratasi, serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara kembali ke sediakala. Semuanya itu hanya bisa direngkuh dengan kebersamaan segenap stakeholder baik pemerintah maupun non pemerintah bersatu padu melawan corona di atas segala keterbatasan kemampuan negara kita saat ini. Hal tersebut jadi harapan seluruh rakyat dan pemangku kepentingan di negeri ini.

Ternyata fakta yang ada tidaklah demikian. Makin hari makin buruk dampak wabah corona. Walau pilihan terpahit, pemberlakukan New Normal jadi pilihan terbaik karena perut rakyat tidak boleh terbiarkan kosong dalam waktu lama, tidak boleh massif dan massal karena ongkosnya terlalu mahal. Krisis ekonomi nasional tidak boleh akibatkan kebangkrutan total negeri ini. Dan tata kelola bangsa dan negara harus terjamin keberlanjutannya dan segera kembali ke sediakala. New Normal itu seperti apa?

Seluruh ruang berekonomi dan beraktifitas dibuka dengan penerapan standar perotokoler kesehatan new normal di atas kedisiplinan dan ketegasan. Segenap kebijakan bansos, stimulus dan insentif ekonomi direalisasikan dengan super cepat dan tepat sasaran. Jika tidak ekonomi rakyat khususnya 62 juta UMKM (termasuk didalamnya 25 juta pedagang kaki lima – PKL) segera bangkrut permanen dan krisis ekonomi nasional makin dekat dengan titik nadir. Bagi rakyat yang high risk (balita, lansia, miliki underliying desease semisal kencing manis, penyakit jantung, ginjal, paru-paru, dan immunodefiensi, dan lainnya) wajib dilindungi total karena jika terpapar corona bisa alami penyakit berat hingga meninggal dunia. Tata penanganan kesehatan new normal wabah corona wajib ‘mumpuni’ diseluruh tanah air. Sekali lagi New normal diatas kedisiplinan dan ketegasan.

Apapun pilihan pasti ada resikonya. Dalam kondisi force major wabah corona, hal terbaik dari yang terburuk bagi kepentingan segenap rakyat, bangsa dan negara harus diwujudkan super cepat dan tepat sasaran walaupun hal itu adalah yang terpahit. Sekali lagi, semuanya kembali ke Top Leader Indonesia, Presiden Jokowi, baik sebagai Kepala Pemerintahan mau pun sebagai Kepala Negara RI sesuai dengan amanat penderitaan rakyat dalam Pembukaan UUD 1945.

Sekali berlayar pantang kembali ke tepian. Berselancarpun Pantang Mundur Lewati Badai Dashyatnya Gulungan Ombak Lautan. Sekali optimis tetap optimis. Kebangkitan Rakyat Rengkuh Hidup Sejahtera Secara Berkeadilan.

Jakarta, Jumat, 17 Juli 2020

Oleh: dr. ALI MAHSUN ATMO, M. BIOMED.
Dokter Ahli Kekebalan Tubuh (Magister Imunologi)
Ketua Umum DPP APKLI
Presiden Gumregah Bakti Nusantara (GBN)



#Corona #covid-19 #newnormal #pkl #pedagang

Komentar Anda
Komentar