Hello,

Reader

Gara-gara Ikan Asin Suami Aniaya Istri, Pembunuh Balita Terancam 15 Tahun Penjara
Gara-gara Ikan Asin Suami Aniaya Istri, Pembunuh Balita Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka diduga pembunuh anak berumur bawah lima tahun (balita) berjenis kelamin laki-laki, Muhammad Abdullah (2), di Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), terancam dijerat pasal perlindungan anak dengan ancaman penjara selama 15 tahun.

"Tersangka Cece Suhandi (32) dapat dikenakan Pasal 80 ayat 3 UU RI nomor 25 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Kapolrestro Jaktim Kombes Pol Arie Ardian dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin.

Menurut Arie, Cece diduga membunuh anak tirinya lantaran kesal karena istri jarang pulang ke rumah. Ia menjelaskan, tersangka menyiksa korban hingga tewas pada Senin (6/7).

Korban tewas karena dipukul tersangka menggunakan tongkat berbahan alumunium di kediaman mereka di kawasan Cakung, Jaktim.

"Kekesalan dipicu karena istrinya sering tidak pulang, berdasarkan keterangan dari tersangka dan selain itu ada masalah ekonomi," kata Arie.

Korban mengalami luka di bagian dada, punggung, kaki dan wajah.

Jasad korban kemudian dibuang ke Kali Cakung hingga ditemukan warga pada keesokan harinya.

Polisi kemudian mengejar Cece yang kabur ke Stasiun Bogor dan Ia ditangkap pada Rabu (15/7).

Suami Aniaya Istri

Seorang perempuan berinisial FK (36) menjadi korban penganiayaan oleh suaminya berinisial RJ (26) di Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, dipicu hidangan lauk ikan asin.

Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri membenarkan adanya peristiwa tersebut. Korban telah membuat laporan kepada polisi. "Sejak Sabtu (18/7), korban FK sudah membuat surat laporan," ujar Khoiri di Jakarta, Senin.

Khoiri mengatakan korban dalam keadaan lebam-lebam ketika datang ke Polsek Cengkareng. Sebelumnya, korban dianiaya dengan cara dibanting, dijambak dan dicakar oleh suaminya

Penganiayaan tersebut diduga dari RJ yang temperamental. Saat pelaku meminta lauk ikan asin dari istrinya, dia tidak sabar dan memukul korban.

Kemudian saat FK merekam aksi penganiayaan itu dengan ponselnya, RJ merebut dan membanting ponsel itu.

Menurut Khoiri, alasan tersangka aniaya istrinya hanya karena merasa tidak dianggap oleh korban.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 351KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukuman dapat mencapai lima tahun penjara.



#Pembunuhan #bayi #aniaya #kdrt

Komentar Anda
Komentar