Hello,

Reader

Pembentukan Nusantara Life, Pilihan Tepat untuk Selamatkan Nasabah Jiwasraya
Jiwasraya
Pembentukan Nusantara Life, Pilihan Tepat untuk Selamatkan Nasabah Jiwasraya

Jakarta, HanTer - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang mempersiapkan pembentukan Nusantara Life di bawah Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). Ini merupakan bagian restrukturisasi polis Asuransi Jiwasraya.

Perusahaan ini rencanya menjadi skema untuk menyelamatkan nasabah PT Asuransi Jiwasraya, yang tengah terjerat utang pembayaran klaim dari para nasabahnya. 

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menilai, skema pembentukan Nusantara Life merupakan pilihan paling visible (nyata) untuk menyelamatkan nasabah Jiwasraya.

"Itu opsi yang paling visible saat ini di antara berbagai opsi atau skema penyelamatan Jiwasraya yang lain, misalnya menjual anak usaha Jiwasraya Putra dan aset recovery yang ditemukan Kejaksaan Agung," ujar Irvan, Selasa 21 Juli 2020.

Dengan dipindahkannya pemegang polis Jiwasraya ke perusahaan asuransi baru Nusantara Life, Irfan berpendapat bisa mempercepat proses pembayaran dana polis yang sudah jatuh tempo. 

"Karena yang dipindahkan adalah portofolio nasabah Jiwasraya yang sudah direstrukturisasi, baik rescheduling dan redesign. Sehingga kolektibilitasnya lebih bagus dan sehat," bebernya.

Agar lebih efektif, Irvan menyarankan pemerintah mengkategorikan nasabah Jiwasraya berdasarkan masing-masing klaster-klaster. Pisahkan nasabah yang membutuhkan pengembalian dana secepatnya dan mana yang masih bisa dicicil. 

Selain itu, nasabah pemegang polis Jiwasraya Saving Plan juga harus realistis saat diajak bernegosiasi tentang penurunan tingkat bunga jadi sekitar 6-7 persen. Pasalnya, bunga yang ditawarkan Jiwasraya tidak masuk akal dari awal.

"Soal bunga diturunkan mungkin saja (diterima nasabah) tergantung negosiasi karena bunga yang ditawarkan berlebihan. Mereka (nasabah) harus realistis bunga yang ditawarkan tidak masuk akal. Tapi, persoalan lain apakah simpanan pokoknya akan kembali? Inti dari semua itu adalah ketersediaan dana segar," pungkas Irvan.

Sebelumnya Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pemerintah dalam hal ini BUMN, akan membentuk perusahaan Nusantara Life yang nantinya akan berada di bawah holding asuransi, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

"Kami yang pertama ingin mengusulkan pembentukan perusahaan baru di bawah Bahana, yaitu perusahaan asuransi baru yang kami namakan Nusantara Life," katanya di Komisi VI DPR, Selasa 7 Juli 2020.

Setelah Nusantara Life terbentuk, maka Kementerian BUMN akan mengarahkan secara perlahan nasabah Jiwasraya, untuk memindahkan polisnya kepada Nusantara Life. Imbauan ini diberikan untuk nasabah pemegang polis tradisional maupun saving plan.

Negosiasi kepada pemegang polis Jiwasraya sendiri ditargetkan mulai pada Agustus 2020 secara terbuka. Namun, pemindahan polis dari Jiwasraya ke Nusantara Life menunggu suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah.

"Kami sudah mulai pembentukannya (Nusantara Life), tapi nanti pemindahannya di 2021 setelah PMN-nya masuk," ungkapnya.

Namun, pria yang akrab dipanggil Tiko itu mengatakan jika pemegang polis hendak memindahkan kepemilikannya ke Nusantara Life, maka harus bersedia menyesuaikan tingkat imbal hasil (yield). Pasalnya, imbal hasil yang ditawarkan Jiwasraya selama ini sangat tinggi dibandingkan tingkat suku bunga di pasar yaitu di rentang 10 persen hingga 14 persen.

"Pemegang polis semuanya akan kami panggil baik yang kumpulan maupun ritel untuk sadarkan pemegang polis apabila mereka ingin masuk ke skema penyelamatan polis untuk dipindahkan kepada new company (Nusantara Life) nanti itu memang harus ada sacrifice (pengorbanan) dari janji bunga ke depan tadi. Kalau bunganya sekarang 12 persen-13 persen harus turun ke bunga normal di kisaran 6 persen-7 persen," ulas Tiko.

Dengan skema tersebut, ia memastikan Nusantara Life akan menjadi perusahaan asuransi yang sehat. Namun, skema tersebut masih harus dibahas oleh panja Komisi VI untuk selanjutnya didiskusikan bersama dengan Komisi XI DPR. Selain itu, skema tersebut juga harus menunggu persetujuan Kementerian Keuangan.



#Jiwasraya #NusantaraLife

Komentar Anda
Komentar