Hello,

Reader

Bakal Kalah di Pilpres 2024 Gerindra Bela Prabowo
Bakal Kalah di Pilpres 2024 Gerindra Bela Prabowo

Jakarta, HanTer - Adanya prediksi Prabowo Subianto akan tumbang jika kembali mencalonkan diri pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang, kerap menuai beragam komentar berbagai kalangan.

Prediksi tersebut mencuat saat Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil surveinya pada Rabu (22/7/2020). Dalam hasil survei IPO tersebut, Prabowo berada di urutan pertama dengan tingkat keterpilihan 16,3 persen, disusul Anies Baswedan 12,7 persen, dan Ganjar Pranowo 11,5 persen.

Namun, sebanyak 26,3 persen responden IPO sangat yakin Prabowo kembali kalah dan 42,8 persen ragu-ragu.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono turut buka suara. Menurut Poyuono, terkait prediksi tersebut, ia mengatakan pembahasan Pilpres 2024 masih terlalu dini.

"Masih terlalu pagi untuk mengukur elektabilitas tokoh-tokoh yang punya potensi maju sebagai capres," ucapnya di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Ia meyakini, saat mendekati satu setengah tahun jelang Pilpres, nama Prabowo akan menguat dan tingkat keterpilihannya akan jauh meninggalkan tokoh-tokoh lainnya.

Jangan Berasumsi

Sebelumnya, nama Prabowo Subianto juga sempat digadang-gadang kader Partai Gerindra menjabat kembali sebagai ketua umum partai berlambang kepala burung Garuda, untuk periode 2020-2025. Namun, permintaan tersebut bukan upaya strategi Gerindra untuk memajukan Prabowo sebagai calon presiden pada 2024.

"Jangan berasumsi-asumsi, jangan berandai-andai, kami memilih ketua umum agar pembangunan partai terus berjalan, tidak ada yang lain. 2024 masih jauh, masih goib," ujar politikus Gerindra Habiburokhman di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Sulit Menang

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, memprediksi Prabowo akan sulit menang menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Ya mengagetkan juga kalau beliau (Prabowo) 2024 mau maju lagi. Tapi kalau prediksi saya sih akan sulit menang. Sulit ya, bukan enggak mungkin," ungkapnya di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Ia mengungkap, alasan Prabowo sulit menang tak lepas dari keputusannya bergabung dengan koalisi pemerintah dan menjadi Menteri Pertahanan. Menurut Hendri, Prabowo akan kehilangan banyak suara akibat keputusannya tersebut.

Kendati begitu, Prabowo akan menjadi orang yang paling berpengalaman jika turut serta dalam kontestasi politik 2024. "Pastinya akan berpengaruh besar, karena sekarang kan dia ini meninggalkan ranah oposisi menjadi koalisi. Nah, itu otomatis kan mengecilkan suara pemilihnya," terang dia.

"Prabowo akan jadi orang paling berpengalaman kalau maju di kontestasi Pilpres, apa pun hasilnya (kemarin-kemarin) dia itu orang paling berpengalaman," lanjut Hendri.

Hendri menyarankan agar Prabowo mempertimbangkan calon lain yang lebih muda dan berada di lingkarannya untuk maju. Seperti, Sandiaga Uno.

"Menurut saya, itu hak beliau untuk maju, silakan aja. Kalau menang kalah kan Pak Prabowo punya hitungannya lah," ungkap dia.

"Tapi alangkah baiknya beliau juga mempersiapkan kader yang lebih muda. Kan ada Sandiaga Uno di Gerindra, kalau harus dari Gerindra," tambah Hendri.



#Pilpres #prabowo #gerindra

Komentar Anda
Komentar