Hello,

Reader

Untuk Mencapai Pertumbuhan Terbaik, Tim Kabinet Jokowi Harus Dirombak total
Untuk Mencapai Pertumbuhan Terbaik, Tim Kabinet Jokowi Harus Dirombak total

Jakarta, HanTer - Ekonom Konstitusi Defiyan Cori mengatakan, perkiraan negara-negara Asia, khususnya Asean akan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan terbaik di dunia  sangat mungkin sekali menjadi kenyataan. 

“Hanya saja itu bukan terjadi pada Indonesia yang saat ini mengalami kondisi kebingungan menghadapi pandemi covid-19 dan menerapkan kebijakan tidak konsisten (inconsistency and out focusing policy). Prioritas pembangunan Indonesia sejak periode pertama (2014-2019) telah salah arah karena terlalu berlebihan membangun infrastruktur dan mengabaikan pembangunan industri di bidang pangan,” kata Defiyan di Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Bahkan, lanjutnya, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak beranjak dari 5 persen dan tidak ada strategi pembangunan yang jitu maka berpotensi menjadi negara tertinggal di kawasan ASEAN. Malah The World Bank (WB) dan International Monetary Fund (IMF) sendiri pernah merilis soal kekuatan ekonomi Vietnam dan Myanmar ini, juga The Asian Development Bank (ADB) tentang akan cemerlangnya pertumbuhan beberapa negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). 

“Apabila Indonesia ingin mencapai lima besar tersebut, maka paradigma pembangunan dan sistem ekonomi yang diterapkan beserta tim kabinet harus dirubah dan dirombak total, salah satunya adalah penguatan kelembagaan entitas ekonomi konstitusi, yaitu BUMN dan Koperasi,” ungkapnya.

Tentu saja, perombakan portofolio kabinet, terutama sekali pada tim ekonomi yang sejak Tahun 2014 sangat lemah dan tidak ada koordinasi dan sinergi yang optimal. Memasukkan unsur-unsur partai politik dalam kabinet sampai Tahun 2024 justru akan membuat arah dan sasaran (focusing) partai politik lebih dominan untuk meraih suara terbesar di tahun politik 2024 bukan untuk mensukseskan kinerja kabinet.

“Untuk The World Bank dan IMF patut dipertanyakan akurasi dan kebenaran peringkat yang mereka buat tersebut di halaman World Economic Forum yang dipublikasikan pada tanggal 22 Juli 2020. Sebab, tidak disebutkan indikator-indikator lain yang dapat dijadikan dasar untuk menerima secara rasional pemeringkatan 5 terbaik di dunia itu atas kinerja ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo yang telah dicapai 5 tahun yang lalu.

Diragukan

Defiyan mempertanyakan peringkat negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan terbaik yang dilakukan The World Bank dan IMF, “Mungkin dan masuk akalkah (make sense) perkiraan ini, atau hanya cara lembaga ini untuk memasarkan utangnya?”

 “Sebagai lembaga keuangan dan donor bagi pembangunan negara-negara berkembang di dunia, kemampuan dan kredibilitas Bank Dunia (The World Bank) dan Dana Moneter Internasioal (IMF) sangat diragukan, dan belum ada satupun negara yang ditanganinya berhasil keluar dari krisis ekonomi dan keuangan,” paparnya.

Bahkan hal itu terjadi pada negara-negara maju di benua Eropa, kasus terakhit adalah dalam menangani krisis ekonomi dan keuangan Yunani. Di Asean, Indonesia yang menjadi "pasien" tetapnya melalui "anak emas" Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengalami nasib yang sama berulang kali didera krisis ekonomi dan keuangan.



#Krisis #ekonomi #pangan #corona #covid-19

Komentar Anda
Komentar