Hello,

Reader

Pelapor KPK Bongkar Dugaan Skandal OTT Bupati Sumbawa Barat
Pelapor KPK Bongkar Dugaan Skandal OTT Bupati Sumbawa Barat

Jakarta, HanTer - Presiden Front Pemuda Taliwang, Sahril Amin membongkar dugaan skandal Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua oknum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), baru baru ini. Sahril Amin juga pelapor dugaan korupsi Bupati Sumbawa Barat W. Musyafirin.

 

Laporan dugaan skandal atau skenario OTT terhadap oknum Bupati di Nusa Tenggara Barat tersebut diungkapkan Sahril dalam surat protesnya yang dilayangkan kepada pimpinan lembaga antirasuah.

 

Surat tertanggal 28 Juli 2020 tersebut memuat kronologis bagaimana Sahril Amin dan dua oknum KPK merencanakan OTT terhadap oknum Bupati terkait laporan dugaan gratifikasi dan suap yang diterima oknum Bupati, keluarga, dan orang dekatnya.

 

"Saya sampaikan langsung surat itu untuk meminta klarifikasi kepada pimpinan KPK. Sekaligus mempertanyakan mengapa rencana OTT yang diminta dua oknum KPK dibatalkan sepihak, padahal saya telah diminta tambahan keterangan dan bukti transfer aliran dana kepada oknum tersebut," ujar Sahril Amin dalam keterangannya, Selasa (4/8/2020).

 

Dalam surat protes dan permintaan klarifikasi itu, Sahril menjelaskan kronologis dan pertemuannya sebagai saksi pelapor dengan dua oknum penyidik KPK tersebut. Oknum berinisial ST dan RN tersebut disebut Sahril telah datang ke Sumbawa Barat bahkan bertemu dengannya secara rahasia di Mataram.

 

Bahkan pertemuan itu disertai penyerahan bukti-bukti serta tambahan keterangan dari pelapor. Pertemuan itu merencanakan OTT terhadap oknum Bupati ini pada 2018 lalu.

 

"Ini yang kami pertanyakan, mengapa dua oknum ini tidak menjelaskan rencana OTT lagi dan kejelasan tindak lanjut kasus yang ia laporkan tersebut," akunya.

 

Terakhir, dalam surat tersebut kata Sahril juga meminta klarifikasi resmi pimpinan KPK terhadap laporan dan rencana OTT yang batal. Ia juga sebagai palapor siap dihadapkan langsung kepada pimpinan KPK atau Dewan Pengawas KPK untuk mempertanggung jawabkan laporan dan suratnya tersebut.

 

Sebelumnya Sahril Amin atas nama pribadi menyampaikan surat protes dan permohonan klarifikasi KPK tersebut pada 30 Juli 2020 sekitar pukul 09.41 melalui staf TU Gedung KPK, Jakarta Selatan.



#Kpk

Komentar Anda
Komentar