Hello,

Reader

Mahfud: Aparat Terlibat Kasus Djoko Tjandra Bakal Diusut Tuntas
Mahfud: Aparat Terlibat Kasus Djoko Tjandra Bakal Diusut Tuntas

Jakarta, HanTer - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan aparat penegak hukum yang terlibat kasus Joko Tjandra bakal terus diusut. Saat ini Joko Tjandra telah ditangkap Bareskrim Mabes Polri setelah menjadi buronan 11 tahun dalam kasus pengalihan hak tagih (cessie) utang Bank Bali.

"Kasus buronan korupsi Joko Tjandra menjadi tamparan keras bagi para penegak hukum karena seolah-olah selama ini dia memiliki kekuasaan dengan memanfaatkan uangnya untuk membeli loyalitas oknum pejabat hukum," kata Mahfud MD di kantornya,  Senin (10/8/2020).

Mahfud menuturkan, saat ini aparat penegak hukum tengah memproses tindak pidana lain yang diduga dilakukan oleh Joko Tjandra terhadap oknum jaksa tipikor maupun oknum kepolisian dan institusi lain. Oleh karena itu Kemenko Polhukam mengkoordinasikan, mensinkronisasikan, dan mengendalikan jalannya proses pidana tersebut.

"Supaya diingat bahwa posisi Kemenko Polhukam adalah koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian. Kemenko Polhukam bukan lembaga penegak hukum. Lembaga penegak hukum adalah kepolisian, kejaksaan, KPK, dan pengadilan, ditambah satu lagi yaitu pengacara menurut undang-undang," ujarnya. 

Mahfud menegaskan bahwa pemerintah, khususnya kementerian yang dipimpinnya akan terus mendorong oknum penegak hukum yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Oleh kepada Deputi bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenko Polhukam, Mahfud meminta agar dapat mengambil peran dalam menyinergikan institusi penegak hukum, baik kejaksaan, kepolisian maupun KPK.

"Penangkapan Joko Tjandra merupakan momentum yang baik untuk melakukan perbaikan integritas dan meningkatkan citra positif penegakan hukum. Mari kita buktikan kepada masyarakat bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap evaluasi kinerja penegak hukum," katanya.



#Djokotjandra #korupsi #bankbali #polisi #kejaksaan #bin

Komentar Anda
Komentar