Hello,

Reader

Perguruan Tinggi Dituntut Hasilkan Lulusan Tangguh dan Mampu Beradaptasi
Perguruan Tinggi Dituntut Hasilkan Lulusan Tangguh dan Mampu Beradaptasi

Jakarta, HanTer - Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (UP), Dr. (HC). Ir. Siswono Yudo Husodo, mengatakan, setiap perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang tangguh dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan.

“Peran Perguruan Tinggi dalam dunia tanpa batas, adalah memastikan munculnya sumber daya manusia atau lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi. Keunggulan tersebut bisa didapatkan apabila SDM yang ada memiliki pengetahuan, teknologi, keterampilan dan etos kerja yang tepat,” kata Siswono disela Sidang Wisuda Universitas Pancasila yang digelar secara daring, di Trans Studio Cibubur, kemarin.

Upaya tersebut, lanjut Siswono, terus dilakukan oleh Universitas Pancasila sejak didirikan pada 28 Oktober 1966, dan sampai dengan saat ini terus berusaha meningkatkan kualitasnya.

Pada penyelenggaraan wisuda kali ini, UP berkolaborasi dengan Trans Studio Cibubur yang telah memiliki teknologi memadai untuk daring, memenuhi standar protokol kesehatan dan juga tentunya memiliki SDM yang kompeten di bidangnya. “Ini juga merupakan bentuk keterbukaan Perguruan Tinggi dalam berkolaborasi dengan berbagai bidang industri,” ucap dia.

Pada Wisuda Daring Semester Gasal TA 2019/2020 ini, Universitas Pancasila meluluskan sebanyak 1.169 dari berbagai jenjang pendidikan dari Ahli Madya, Sarjana, Profesi Apoteker, Magister dan Doktor. Total sampai dengan saat ini jumlah lulusan UP adalah sebanyak 63.169 orang yang telah berkontribusi dalam dunia industri dan masyarakat.

Ditempat yang sama, Rektor UP, Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt. mengatakan bahwa adanya perubahan yang terjadi secara cepat dalam skala global karena adanya pandemi Covid-19 memaksa kita semua untuk membentuk perilaku baru, menyesuaikan kebiasaan hidup kita, dan pada akhirnya merubah cara kita hidup.

Perubahan pastinya bukan hal yang mudah, namun kecepatan beradaptasi sangat diperlukan untuk mampu ikut dalam persaingan global. UP juga terus beradaptasi dengan melaksanakan hampir setiap kegiatan secara daring, seperti: ujian penerimaan mahasiswa baru, perkuliahan, sidang skripsi dan melakukan seminar-seminar secara online sehingga iklim akademik dapat terus terjaga.

Pada wisuda daring kali ini, untuk meningkatkan wawasan peserta dan awareness terhadap perkembangan dunia, UP mengundang Menteri Riset dan Teknologi /Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D. untuk memberikan orasi ilmiah.

“Dampak pandemi ini tentunya sangat luas dan mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu sebagai bentuk kepedulian UP, maka dikeluarkan kebijakan tentang pemberian bantuan berupa uang untuk penggantian kuota internet sebesar Rp. 600.000,00/mahasiswa untuk semester ini dan memberikan potongan/diskon uang kuliah bagi mahasiswa baru dan lama,” ungkap Wahono.

Selain merespon terhadap perubahan ekonomi, UP juga merespon dengan cepat perubahan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Beberapa langkah strategis yang UP lakukan untuk meningkatkan kualitas lulusan adalah mengembangkan kurikulum kewirausahaan, bekerjasama dengan 74 BUMN, dimana sampai dengan saat ini sudah terdapat 264 mahasiswa yang magang selama 6 bulan, mengembangkan kewirausahaan mahasiswa dengan memfasilitasi pengembangan 64 star up yang terdiri dari bidang kuliner, fashion, dan aplikasi IT selain itu juga meningkatkan kolaborasi dengan alumni dalam peningkatan kompetensi dan memfasilitasi tersedianya kesempatan kerja. 



#universitas #pancasila

Komentar Anda
Komentar