Hello,

Reader

Gedung Kejagung Terbakar, MAKI: Proses Penegakan Hukum Jalan Terus
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman
Gedung Kejagung Terbakar, MAKI: Proses Penegakan Hukum Jalan Terus

Jakarta, HanTer - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan, musibah kebakaran yang melanda Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak menjadi hambatan bagi Kejaksaan Agung untuk terus memproses penanganan perkara hukum.

Menurut Boyamin, gedung yang terbakar bukan gedung bundar melainkan gedung utama yang berkaitan dengan administrasi, kantor Jaksa Agung, Wakil Jaksa Agung, ada juga ruang alat monitoring penyadapan, kantor Jamintel dan juga kantor kepegawaian dan sumber daya manusia kejaksaan. Dan tidak terkait dengan penanganan perkara. 

“Masih aman saja tidak ada masalah, _kan_ gedung bundar masih jauh, di selatan, jadi tidak ada hambatan penanganan perkara,” ujar Boyamin, Senin 24 Agustus 2020.

Boyamin juga menepis dugaan adanya sabotase dibalik kebakaran, sebab penanganan perkara sepenuhnya berada di Gedung Bundar yang jauh dari amukan si jago merah, sehingga dokumen kasus hukum masih utuh tersimpan di gedung tersebut.

“Karena kalau sabotase itu mestinya yang dibakar itu gedung bundar seperti itu atau gedung belakang Jampidum tapi jangan sampe ini memprovokasi orang untuk melakukan hal tersebut,” ungkapnya.

Kedepan untuk menghindari potensi sabotase, Boyamin meminta Kejagung untuk meningkatkan keamanan gedung bundar dengan meminta pengamanan dari pihak kepolisian, sebab merupakan objek vital yang harus dilindungi.

“Saya minta keamanan di tingkatkan dan keadaan fisik juga ditingkatkan, jangka waktu sebulan maksimal tiga bulan itu harus dijaga oleh Kepolisian secara sistem pengamanan seperti dalam keadaan genting, pengamanan objek vital, jadi harus disiapkan setidaknya satu pleton yang berjaga piket disitu untuk memastikan ini semua aman,” pintanya.

Boyamin juga berharap masyarakat untuk tidak berspekulasi menganggap Kejagung sengaja dibakar dalam upaya menghilangkan barang bukti, diharapkan masayakat untuk bersabar memberikan waktu kepada polisi melakukan penyelidikan.

“Kalau toh ada masyarakat yang mengangap ini dibakar, ada yang menghilangkan barang bukti, ya itu biarlah Kepolisanlah yang nanti membuktikan, ini ada sabotase atau tidak dan apa tujuan sebotase kita percayakan sepenuhnya kepada Polisi,” kata Boyamin.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan berkas perkara, alat bukti, dan dokumen perkara dalam posisi 
aman.

“Terkait kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung, dapat diinfokan bahwa dokumen perkara, (saat ini, red) aman. Sehingga, kelanjutan penanganan perkara takkan terlalu terganggu,” kata Burhanuddin kepada wartawan di depan Gedung Utama Kejaksaan Agung RI, Sabtu 22 Agustus 2020.

Menurut Burhanuddin, kebakaran saat ini tidak terjadi di tempat penyimpanan berkas atau dokumen perkara. “Yang terbakar adalah Ruang Intelijen dan Ruang SDM (sumber daya manusia). Tempat penyimpanan berkas ada di belakang gedung,” ungkapnya.

Gedung yang terbakar merupakan unit Sumber Daya Manusia, sehingga tidak mungkin berkas dan alat bukti disimpan di ruangan tersebut. "Jadi utamanya berkas perkara tidak ada di sini, alat bukti tidak ada di sini. Di sini hanya SDM saja. Tahanan dibelakang aman semua, jadi berkas perkara tahanan aman," punkasnya.



#BoyaminSaiman #Kejagung

Komentar Anda
Komentar