Hello,

Reader

Relaksasi Iuran, BPJAMSOSTEK Pastikan Manfaat Tidak Berkurang
Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020 tentang penyesuaian iuran program Jaminan Sosial  Ketenagakerjaan selama bencana non alam penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). (Ist)
Relaksasi Iuran, BPJAMSOSTEK Pastikan Manfaat Tidak Berkurang

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) memastikan relaksasi iuran peserta yang tertuang dalam penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020 tentang penyesuaian iuran program Jaminan Sosial  Ketenagakerjaan selama bencana non alam penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), tidak akan mengurangi manfaat perlindungan jaminan sosial.

PP yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diterbitkan pada Senin (6/9) ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi peserta, kelangsungan usaha dan kesinambungan penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan selama wabah corona (Covid-19).

Kebijakan penyesuaian iuran ini merupakan bentuk stimulus yang diberikan pemerintah kepada pemberi kerja melengkapi stimulus yang telah diberikan kepada pekerja melalui Bantuan Subsidi Upah (BSU) pekerja atau buruh,” jelas Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2020).

Agus Susanto menjelaskan, PP No 49 tahun 2020 mengatur penyesuaian mengenai periode relaksasi 6 bulan (Periode iuran bulan Agustus 2020 hingga Januari 2021, kelonggaran batas waktu pembayaran, keringanan iuran JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian) sebesar 99% atau cukup bayar 1%.

Selain itu, penundaan pembayaran sebagian Iuran JP (Jaminan Pensiun) hingga 99% yang kemudian dapat dibayar bertahap atau sekaligus paling lambat mulai Mei 2021 sampai dengan April 2022, serta keringanan denda menjadi 0.5%.

Kebijakan ini, lanjut Agus, tanpa menurunkan manfaat yang baru saja ditingkatkan melalui PP no 82 tahun 2019 sebagai bentuk keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan pekerja. Tujuan kebijakan ini, sambung Agus, antara lain, mengedepankan perlindungan hak-hak jaminan sosial ketenagakerjaan bagi peserta, meringankan beban pemberi kerja dan peserta serta menjaga kesinambungan program perlindungan, mendukung upaya pemulihan perekonomian dan  kelangsungan usaha.

"Skema kebijakan ini telah melalui proses pembahasan yang komprehensif, termasuk pengaruhnya terhadap ketahanan dana dan keberlangsungan program jaminan sosial. Ketahanan dana dan program jaminan sosial masih dapat terkelola dengan baik, karena dana jaminan sosial masih memiliki dana cadangan yang mencukupi untuk memenuhi kewajiban pembayaran manfaat kepada peserta selama periode kebijakan relaksasi iuran ini diberikan," paparnya.

“Justru momen ini dapat dimanfaatkan untuk mendaftar menjadi peserta BPJAMSOSTEK karena iuran yang sangat terjangkau, khususnya bagi pekerja BPU (Bukan Penerima Upah), dengan hanya 34 ribuan rupiah sudah dapat perlindungan sampai 6 bulan ke depan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah, juga menegaskan bahwa PP ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan jaminan sosial ketenagakerjaan dan meringankan beban pemberi kerja dan peserta dalam memenuhi kewajiban membayar iuran jaminan sosial ketenagakerjaan selama bencana non alam penyebaran COVID-19.

"Relaksasi iuran BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan ruang gerak lebih dalam bagi para pengusaha dalam mengalokasikan dana operasional perusahaan, " ujarnya.

Melemahnya perekonomian dan terjadinya penurunan produktivitas akibat Covid-19 tentunya berdampak terhadap pekerja dan pemberi kerja.

Menaker Ida menambahkan survei juga mencatat 39,4 persen usaha terhenti dan 57,1 persen usaha mengalami penurunan produksi. Fenomena yang dialami pekerja/buruh dan pemberi kerja ini akan mempengaruhi kepatuhan dalam pemenuhan kewajiban, yakni iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah perlu hadir dengan langkah cepat dan tepat agar kehidupan sosial dan ekonomi segera pulih dan berjalan dengan normal. "Sementara di bidang ekonomi, pemerintah dengan segala daya dan upaya memberikan stimulus untuk meringankan beban ekonomi pemberi kerja dan pekerja/buruh, " ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Rawamangun, Aland Lucy Patitty menyambut baik relaksasi iuran untuk meringankan beban pengusaha dan pekerja di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan mendorong iklim usaha tetap tumbuh demi pemulihan ekonomi nasional.

Aland Lucy juga berharap relaksasi iuran ini dapat meningkatkan kesadaran setiap perusahaan untuk mengikutsertakan pekerjanya dalam program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang dikelola BPJAMSOSTEK.

 



#bpjamsostek #iuran #relaksasi

Komentar Anda
Komentar