Hello,

Reader

Tentang PSBB Jakarta, Din: Pilihan Tepat
Tentang PSBB Jakarta, Din: Pilihan Tepat

Jakarta, HanTer - Tokoh nasional Din Syamsuddin, menilai jika kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menerapkan PSBB selama 14 hari ke depan adalah pilihan yang tepat utk menahan laju penularan Virus Corona yg cenderung meninggi terakhir ini. Kalau tidak, penularan itu akan menjadi-jadi dan korban terinveksi akan semakin banyak.

 

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu mengatakan, Kebijakan Pemprov tersebut sejalan dengan arahan Presiden Jokowi sendiri bahwa pemerintah harus mengutamakan penanggulangan kesehatan dari pada ekonomi.

 

"Memang, percuma mengembangkan ekonomi sementara rakyat jatuh sakit. Sudah terbukti, masa transisi dengan pelonggaran PSBB dan roda perekonomian digerakkan, seperti pembukaan perkantoran, pusat perdagangan, pusat keramaian, termasuk sekolah, ternyata mendorong terciptanya kluster baru penularan virus di perkantoran dan pusat perdagangan," ujar Din Syamsuddin dalam keterangan persnya yang diterima, Minggu ( 13/09/2020).

 

Dia mengutarakan, mengedepankan kesehatan di atas ekonomi atau sebaliknya adalah pilihan. "Sebenarnya kedua saling berkait, namun pada situasi tertentu harus ada yg diprioritaskan," ujarnya.

 

Untuk itu, lanjut dia, seyogyanya Pemerintah Pusat harus mendukung langkah Pemprov DKI, bukan sebaliknya mengeritik dan cenderung menghalangi.

 

Dia merasa heran jika Pemerintah Pusat menolak, apalagi dengan pikiran yang ternyata keliru dan berisiko yaitu membuka ekonomi tapi mendorong persebaran virus. Dan semakin aneh, jika beberapa Pembantu Presiden mengajukan pikiran yang bertolak belakang dengan presidennya.

 

"Pemerintah Pusat perlu legowo dan berbesar hati dengan adanya upaya dari pemerintah daerah yg berusaha mengatasi penularan Virus Corona dengan ketat, apalagi di ibu kota negara. Kalau Pemerintah Indonesia tidak bersungguh-sungguh menanggulangi Covid, tidak kompak dan saling jegal, tidak mustahil posisi Indonesia menjadi paling bawah/buruk (sekarang sdh pada urutan terburuk keempat dari bawah) dalam penanggulangan Covid, dan Warga Negara Indonesia akan ditolak di semua negara (sekarang sudah di hampir 70 negara) di dunia," jelas Din.



#Corona #covid-19

Komentar Anda
Komentar