Hello,

Reader

Buronan Kejati Maluku Diciduk di Keramat Sentiong
Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali berhasil menangkap seorang buronan terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Buronan Kejati Maluku Diciduk di Keramat Sentiong

Jakarta, HanTer - Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali membekuk seorang buronan terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Terpidana Heintje Abraham Toisuta (49), yang merupakan buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak tiga tahun lalu ditangkap tanpa perlawanan.

"Diamankan Tim Intelijen Kejaksaan di salah satu tempat kos di Jalan Keramat Sentiong, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/09/2020) sekitar pukul 19.30 Wib,” ujar Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen) Kejaksaan Agung Sunarta kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/09/2020.

Terpisah Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menegaskan terpidana dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2282 K/Pid.Sus/2017 tanggal 21 Nopember 2017.

"Heintje Ambraham Toisuta dijatuhi hukuman 12 tahun penjara lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU pembelian lahan dan bangunan bagi pembukaan Kantor Cabang Bank Maluku dan Maluku Utara di Surabaya tahun 2014 yang merugikan keuangan negara senilai Rp 7,6 miliar," ujarnya.

Selain vonis 12 tahun penjara, terpidana juga dikenakan membayar denda Rp 800 juta subsider 7 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 7,2 miliar subsider 4 tahun penjara,” tandas Sunarta.

JAM Intel mengimbau kepada semua buronan, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana, agar menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi seorang buronan untuk bersembunyi.

“Kami akan buru dan tangkap para buronan itu dimanapan mereka bersembunyi,” ujarnya. 



#KejaksaanAgung #Buronan

Komentar Anda
Komentar