Hello,

Reader

Banjir di Ibu Kota Lebih Cepat Dari Tahun-tahun Sebelumnya, Eksekutif Diminta Tak Pangkas Anggaran Penanganan Banjir
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria
Banjir di Ibu Kota Lebih Cepat Dari Tahun-tahun Sebelumnya, Eksekutif Diminta Tak Pangkas Anggaran Penanganan Banjir

Jakarta, HanTer - Warga yang tinggal di jalur yang dilewati sungai Ciliwung diimbau agar bersiap dengan banjir. Hal itu sempat diimbau Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyusul banjir yang sempat terjadi di beberapa wilayah di Jakarta beberapa hari lalu.

 

Bahkan Riza menyebutkan, terdapat 82 Kelurahan yang diingatkan akan kedatangan air bah.

 

"Kami minta masyarakat untuk bersiap ada 82 kelurahan yang dilalui sungai Ciliwung yang dimungkinkan nanti terjadi genangan di sekitar sungai Ciliwung," kata di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/9/2020).

 

Politisi Gerindra ini juga mengatakan musim hujan kali ini bisa saja datang lebih cepat dari perkiraan. Menurut Riza, perubahan atau anomali cuaca sudah kerap terjadi di berbagai negara. Ia menyebut tak menutup kemungkinan hal ini bisa juga terjadi pada ibu kota.

 

Riza mengklaim jika Pemprov DKI sudah mengerahkan puluhan ekskavator yang ditugaskan untuk mengeruk sampah di aliran Ciliwung. Namun ternyata banjir masih saja terjadi di ibu kota sejak kemarin hingga pagi tadi.

 

Riza mengatakan pihaknya saat ini memiliki 54 ekskavator untuk mengeruk sungai dan waduk untuk serapan air. Pengerjaaan oleh petugas disebutnya sudah dikerjakan setiap hari.

 

"Kami sudah menyiapkan dan 54 ekskavator bheko dan sebagainya yang melakukan pengerukan ya sepanjang hari bahkan sepanjang tahun," ujar Riza

 

Selain itu, Riza juga menyebut pihaknya sudah membuat berbagai sodetan untuk mengalirkan air agar tak sampai ke pemukiman.

 

Sebelumnya diketahui, imbas hujan deras dan datangnya air kiriman dari Bogor, Jawa Barat, sejumlah lokasi di Jakarta masih terendam banjir. Hingga Selasa siang, puluhan RT masih tergenang air.

 

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Mohamad Insaf mengatakan ada 56 RT yang kebanjiran. Lokasinya terbagi di lima wilayah kota administrasi.

 

"Jumlah RT tergenang sebanyak 56 RT," ujar Insaf dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

 

Anggaran

 

Sementara itu, Legislator DKI Jakarta mengingatkan agar pihak eksekutif tak memangkas anggaran pengendalian banjir tahun 2020. Pemotongan anggaran pengendalian banjir akibat wabah Covid-19, dikhawatirkan malah membuat Ibu Kota kembali dilanda banjir seperti awal tahun 2020.

 

"Terkait penanganan banjir DKI Jakarta saya selalu mengingatkan bahwa anggaran banjir tidak boleh dikurangi walaupun APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) serta PAD (pendapatan asli daerah) berkurang," kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

 

Ida mengaku, khawatir bila anggaran dipangkas akibat refocusing anggaran Covid-19, malah membuat banjir kembali terjadi di Ibu Kota. Bencana banjir, kata dia, justru menurunkan imun masyarakat sementara sekarang ada wabah Covid-19.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, refucosing anggaran membuat sejumlah proyek pembangunan tertunda. Awalnya Dinas SDA DKI telah mendapatkan kucuran sekitar Rp2 triliun lebih, namun dengan adanya refocusing anggaran Covid-19, alokasi dana yang diterima dinasnya berkurang 50 persen.

 

"Itu turun menjadi sekitar Rp1,2 triliunan, kemudian dana itu ada di dinas dan sudin-sudin di wilayah DKI Jakarta," jelas Juaini.

 

Siapkan Ingub

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 52 tahun 2020 tentang Percepatan Peningkatan Sistem Pengendalian Banjir di Era Perubahan Iklim. Surat itu ditetapkan Anies pada Selasa (15/9/2020) lalu.

 

Melalui surat itu, Anies menginstruksikan kepada sejumlah kepala satuan perangkat kerja daerah (SKPD) dan para pemangku jabatan wilayah, dari tingkat Wali Kota/Bupati hingga Camat dan Lurah. SKPD yang mendapatkan instruksi untuk melakukan percepatan peniingkatan sistem pengendalian banjir adalah Bappeda, BPBD, Bapenda, Dinas SDA, BPPBJ, BPKD, BPAD, Dinas Citata, Dinas LH, Dinas Taman dan Hutan Kota, Disdik, Dinsos, Dinas PMPTSP, Dinas PPAPP, Diskominfotik, Biro Pembangunan dan LH, Biro Kerja Sama Daerah, serta Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi.

 

"Melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangannya dalam rangka percepatan pengendalian banjir di era perubahan iklim, dengan tugas dan fungsi masing-masing," kata Anies yang dikutip dari surat tersebut pada Rabu (23/9/2020).

 

Surat perintah itu dikeluarkan Anies karena adanya peningkatan intensitas hujan akibat perubahan iklim. Anies memandang perlu adanya percepatan peningkatan sistem pengendalian banjir yang responsif, adaptif dan memiliki resiliensi atas risiko banjir yang dihadapi saat ini.



#Banjir #jakarta

Komentar Anda
Komentar