Hello,

Reader

Gedung Kejagung Terbakar, Bareskrim Periksa Sejumlah Saksi dari Unsur Jaksa
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono
Gedung Kejagung Terbakar, Bareskrim Periksa Sejumlah Saksi dari Unsur Jaksa

Jakarta, HanTer - Penyebab terbakarnya Gedun Kejaksaan Agung (Kejagung) masih terus diselidiki, dimana tim gabungan penyidik Bareskrim Polri hari ini memeriksa 6 saksi, dalam kasus tindak pidana kebakaran gedung utama Kejagung.

Enam orang saksi yang diperiksa hari ini adalah dari unsur jaksa dan pegawai Kejagung. Namun Polri enggan menyebutkan identitas 6 saksi dari unsur Kejagung yang diperiksa tim penyidik gabungan Polri dalam mengungkap kasus kebakaran gedung utama pada beberapa pekan yang lalu. 

"Pada pukul 10.00 WIB penyidik telah melaksanakan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi dari Kejaksaan Agung RI," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (28/9/2020). 

Tim penyidik gabungan Polri berencana melakukan analisis evaluasi (Anev), terkait hasil penyidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran gedung utama Kejagung. Pasalnya Bareskrim belum bisa mengungkap apakah kebakaran tersebut disengaja atau adanya kelalaian berdasarkan pasal 187 KUHP dan pasal 188 KUHP. 

"Penyidik telah melaksanakan anev, terkait dengan pemeriksaan (sejumlah saksi-saksi) selama ini. Tentunya untuk mengungkap terbakarnya kantor Kejaksaan ini, karena kesengajaan atau kelalaian," kata Awi. 

Selain itu, penyidik Bareskrim telah melayangkan surat pemanggilan kepada Ahli dari Kementerian PUPR, BPOM dan saksi penjual Dust Cleaner merk TOP.

"Penyidik juga mengirimkan surat panggilan kepada ahli dari Kemenpupr kemudian BPOM, dan penjual Dusts cleaner merk Top yang dilakukan pemeriksaan sebagai saksi," jelasnya. 

Kemudian yang terakhir, kata Awi, tentunya penyidik melakukan penyusunan terkait dengan laporan hasil evaluasi pemeriksaan saksi-saksi selama ini dalam rangka penyidikan yang sudah dilakukan. 

Saat disinggung kembali apakah kebakaran gedung utama Kejagung  sudah ditemukan indikasi kesengajaan atau kelalaian. Awi menjawab hal tersebut masih dievaluasi oleh penyidik dan belum sampai pada kesimpulan kebakaran gedung Kejagung itu merupakan sesuatu yang disengaja. 

"Masih proses dan dievaluasi, jadi kalau ditanya (kesengajaan) itu belum sampai. Nanti penyidik akan menyimpulkan keterangan saksi-saksi termasuk saksi ahli, dari PUPR dan BPOM itu saksi ahli," jawabnya.

Untuk diketahui, saksi-saksi yang telah dilakukan pemeriksaan terhadap 131 orang dengan menggunakan alat poligraf/uji kebohongan, terdiri dari Pegawai/Jaksa, office boy, cleaning service, Kamdal, tukang (yang bekerja saat kejadian), swasta, teknisi gedung, Polri (Bhabinkamtibmas), dan ahli kebakaran untuk periksa asal api dengan teori segitiga api dan ahli pidana.

Sesuai hasil pemeriksaan, ada upaya pemadaman api yang dilakukan oleh beberapa saksi, namun karena gedung tidak dilengkapi dengan fasilitas pemadam kebakaran yang memadai serta keterbatasan infrastruktur, sarana dan prasarana, sehingga api tidak mampu dipadamkan oleh saksi yang datang sesaat setelah kejadian. 

Bareskrim juga belum menetapkan sejumlah tersangka yang diduga melakukan kebakaran gedung utama Kejagung. 



#AwiSetiyono #KejagungKebakaran

Komentar Anda
Komentar