Hello,

Reader

Ini Alasan Polri Menangkap Aktivis KAMI 
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (ist)
Ini Alasan Polri Menangkap Aktivis KAMI 

Jakarta, HanTer - Tim dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengamankan sebanyak empat orang dari kelompok Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan sebanyak empat orang anggota KAMI Medan ditetapkan sebagai tersangka dengan Pasal dalam UU ITE. Ketua KAMI Medan berinisial KA ini berperan untuk menghasut member di dalam grup tersebut.

“Ada beberapa kegiatan yang saya sampaikan dari Medan. Kita menemukan dua laporan polisi, ada empat tersangka kita tangkap dan kita tahan dengan inisial KA, JG, NZ, WRB,” ujar Irjen Argo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Argo menjelaskan, tersangka KA berperan sebagai admin grup chat WhatsApp KAMI Medan. Polisi menemukan dalam grup itu sebuah foto yang memuat kantor DPR RI bertuliskan ‘dijamin komplet kantor sarang maling dan setan’.

Kemudian tersangka KA juga menulis kalimat "Mengumpulkan saksi untuk melempari DPR dan melempari polisi" dan "Kalian jangan takut dan jangan mundur" pada WAG tersebut.

Sementara tersangka J di grup WA itu menuliskan pesan "Batu kena satu orang, bom molotov bisa ngebakar 10 orang, bensin bisa berceceran", "Buat skenario seperti 98, penjarahan toko Cina dan rumah-rumahnya, preman diikutkan untuk menjarah".

Tersangka NZ dan WRP masing-masing menuliskan "Yakin pemerintah sendiri bakal perang sendiri sama Cina" dan "Besok wajib bawa bom molotov" di grup WA tersebut.

Lanjut Argo, foto yang di upload di grup chat WhatsApp itu menjadi barang bukti polisi. “Itu ada di grup WhatsApp, ada gambarnya kami jadikan barbuk, kami ajukan ke JPU,” ujar Argo.

Argo menyebut keempat tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE, Pasal 45 ayat (3) UU ITE, Pasal 160 KUHP dengan ancaman enam tahun penjara. 



#KAMI #Polisi #aktivis

Komentar Anda
Komentar