Hello,

Reader

Apa itu Trigger Finger, Resiko dan Penanganannya
Apa itu Trigger Finger, Resiko dan Penanganannya

Jakarta, HanTer - Healthtalk sebagai edukasi kesehatan masyarakat yang berkelanjutan di masa pandemi ini, kembali dihelat RS Siloam Hospitals Groups. Pada kesempatan ini, RS Siloam Jogjakarta sebagai penyelengara, melalui kanal IG Live dan sebagai nara sumber dr Meirizal Sp,OT ( K), seorang spesialis Orthopaedi & Traumatologi konsultan hand, upperextremity and micro surgery, ( extremitas atas, tangan  dan mikro).

 

Tema bahasan yang dikupas tuntas dalam healthtalk, Selasa (20/10/2020) kemarin adalah, mengenal "Trigger Finger" resiko dan penangannya. Para peserta healthtalk puas antusias untuk mengakuti dengan mengajukan pertanyaan.

 

"Trigger Finger yang juga bisa disebut trigger digit atau jari picu  adalah suatu kondisi pada jari berupa penjempitan urat atau tendon flexor  yang menyebabkan rasa sakit, kekakuan dan bahkan sensasi mengunci ketika menekuk atau meluruskan jari," ungkap dr Meirizal, membuka Bincang Sehat melalui canal IG live Rs Siloam Jogya yang mampu menarik puluhan viewer ini.

 

dr Meirizal memaparkan, tendon fleksor yang  meradang atau pembungkus tendon (pulley A1) yang menebal menyebabkan jari picu.  Pada tahap yang lebih lanjut jari picu dapat menyebabkan kekakuan, munculnya nodul kecil di permukaannya bahkan beberapa kasus jari bisa terkunci dalam posisi bengkok dan memerlukan bantuan untuk meluruskan jari tersebut .

Dengan diselingi tanya jawab veiwer yang dibacakan moderator, seperti Apa deteksi gejala awal dengan lugas sang dokter speasials " hand & micro surgery"  ini menjawab ;

 

"Rasa sakit yang melekat di pangkal ibu jari atau jari lainnya, benjolan di sekitar jari, dan kekakuan jari, bahkan perhatikan bunyi "klik' pada jari," jelasnya.

 

Selain itu, sambung dr Meirizal, beberapa kondisi pemicu seperti; melakukan aktifitas jari jari yang bertekanan kuat atau berlebihan,menggegam objek terlalu lama,riwayat cedera pada jari dan  diabetes,asam urat juga sebagai faktor predisposisi. Gender wanita sedikit lebih beresiko apalagi umur decade ke empat.

 

"Tahapan penanganan meliputi : Istirahatkan aktifitas jari, Kompres dingin membantu mengurangi benjolan, penggunaan hand splint ,Konsumsi obat nyeri dan peradangan.

Apabila hal tersebut tidak membantu mungkin diperlukan pembedahan kecil dengan menggunakan pembiusan lokal," pungkasnya.



#Kesehatan #trigerfinger

Komentar Anda
Komentar