Hello,

Reader

Operasi Zebra Digelar, Ketua Presidium ITW: Wujudkan Lalulintas dan Angkutan Umum Kamseltibcar
Ilustrasi
Operasi Zebra Digelar, Ketua Presidium ITW: Wujudkan Lalulintas dan Angkutan Umum Kamseltibcar

Jakarta, HanTer - Indonesia Traffic Watch (ITW) mengingatkan agar operasi Zebra yang akan digelar Polri secara serentak di seluruh wilayah Indonesia tidak menjadi kegiatan rutin tahunan. 

Berharap masa pandemi virus corona atau Covid-19 menjadi momentum untuk membangun dan mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang  aman, selamat, tertib, lancar (Kamseltibcar).  

“Pasca pandemi, hendaknya semua pihak yang bertanggungjawab atas lalu lintas dan angkutan jalan sudah memiliki rumusan yang terintegrasi sebagai sebuah sistim yang menjadi solusi efektif yang tetap sesuai dengan Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,” kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan seperti keterangan diterima Harian Terbit, Ahad (25/10/2020). 

Ditambahkannya, sehingga lalu lintas dan angkutan jalan yang terdiri dari sarana dan prasarana jalan dan angkutan, kendaraan, pengemudi, pengguna jalan serta pengelolanya tetap menjadi  sebuah sistem yang tidak terpisahkan.

Selain cermin budaya dan potret modernitas serta urat nadi kehidupan, lalu lintas dan angkutan jalan juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan integrasi nasional serta mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan umum. 

Oleh karena itu, kementerian dan lembaga serta badan usaha yang terlibat dalam melaksanakan lalu lintas dan angkutan jalan harus membangun koordinasi yang bersinergi dan efektif untuk mewujudkan Kamseltibcar lalu lintas.

“ITW menyarankan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang memberikan Kamseltibcar, pemerintah sebagai pembina dan penyelanggara harus konsisten dan konsekuen menjalankan amanat UU No 22 tahun 2009,” tegas Edison.

Menurutnya, tidak membuat kebijakan yang potensi menjadikan pemerintah seperti sedang  beternak konflik. Seperti melegalisir keberadaan angkutan umum dengan menggunakan kendaraan yang bukan untuk umum.

Setiap pembina dan penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan tetap konsisten untuk membangun koordinasi sebelum memutuskan sebuah kebijakan khususnya kebijakan yang bersifat parmanen. Kecuali tindakan yang dilakukan bersifat diskresi untuk penanganan masalah di lapangan.

Selain itu, lalu lintas dan angkutan jalan merupakan tanggungjawab negara dan dilaksanakan oleh pemerintah. Sehingga lalu lintas dan angkutan jalan itu harus berorientasi pada pelayanan masyarakat (public service). 

“Lalu lintas dan angkutan jalan adalah bagian dari syarat untuk menjadi negara dan bangsa yang berbudaya serta modren. Lalu lintas dan angkutan jalan bukan pelayanan yang berorientasi untuk mencari keuntungan (profit oriented). Sehingga pembangunan jalan bukan dengan pertimbangan investasi yang harus mendapat keuntungan,” terangnya.

Masih kata Edison, pemerintah wajib mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang memberikan Kamseltibcar dan terintegrasi keseluruh penjuru tanah air serta dapat terjangkau secara ekonomi oleh semua lapisan masyarakat. 

“Pemerintah juga berkewajiban untuk meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat hingga menjadi kebutuhan yang harus di taati dan dilaksanakan atas kasadaran yang tumbuh dan berkembang di masyarakat,” tutupnya.
 



#Kamseltibcar #Operasi #Zebra #ITW

Komentar Anda
Komentar