Hello,

Reader

Pemprov DKI Imbau Warga Tetap di Rumah Mengisi Libur Panjang 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Berupaya Menekan Jumlah Penularan Covid-19 di Masyarakat. Salah Satunya di Berbagai Tempat Wisata Yang Cenderung Ramai Dikunjungi Saat Periode Libur Panjang.
Pemprov DKI Imbau Warga Tetap di Rumah Mengisi Libur Panjang 

Jakarta, HanTer - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau warga di Ibu Kota untuk tetap berada di rumah saat libur panjang pada akhir Oktober 2020. Menjaga kualitas waktu bersama keluarga di rumah dibanding mengisi liburan dengan bepergian merupakan pilihan terbaik demi terhindar dari penularan virus Covid-19. 

Seperti diketahui, terdapat lima hari libur pada akhir Oktober, karena ada cuti bersama yang bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis (29/10/2020). Libur panjang itu dimulai dari Rabu (28/10/2020) sampai Minggu (1/11/2020). 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga Jakarta untuk mengurungkan niat mengisi liburan panjang ke luar daerah di tengah pandemi. 

"Cukup liburan di rumah bersama keluarga, karena berkumpul dengan keluarga jauh lebih baik demi menghindari penularan," katanya di Jakarta. 

Pria yang akrab disapa Ariza ini menyatakan, akan terus menggiatkan sosialisasi pentingnya di rumah saat libur panjang. Imbauan tersebut disampaikan tidak hanya melalui Dinas Kesehatan saja, tapi juga lewat seluruh satuan perangkat kerja daerah (SKPD), termasuk perangkat kerja yang ada di wilayah seperti Wali Kota, Camat dan Lurah. 

"Petugas kami melakukan kampanye, sosialisasi, dan mengimbau, ya tentu kami nggak bisa memaksa (karena) itu (liburan) wewenang hak setiap warga," ujar Ariza. 

"Namun demikian kami mohon dengan sangat, agar dapat dipertimbangkan secara matang, supaya hari libur lebih baik dimanfaatkan untuk kumpul di keluarganya masing-masing dan tidak ke luar kota," tambahnya. 

Selain menganjurkan warganya, pemerintah daerah juga meminta kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta agar tetap di rumah saat libur panjang. Tujuannya untuk menghindari penyebaran Covid-19, terutama ketika mereka kembali beraktivitas di kantor.

Pelibatan Masyarakat 

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, mengatakan, imbauan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria agar masyarakat tetap di rumah selama masa liburan itu sudah sangat tepat. 

"Apa yang dikatakan Pak Wagub itu benar. Memang sebaiknya masyarakat di rumah saja. Daripada nanti malah berlibur dan justru menyebabkan kerumunan di tempat rekreasi," katanya di Jakarta, Senin (26/10/2020). 

Menjaga kualitas waktu bersama keluarga di rumah dibanding mengisi liburan dengan bepergian, merupakan pilihan terbaik demi terhindar dari penularan virus Covid-19. 

Selain imbauan, lanjut Trubus, Pemprov DKI bisa berkoordinasi serta menggiatkan partisipasi masyarakat, pelibatan aktif elemen masyarakat seperti ormas-ormas, menggandeng para tokoh masyarakat serta tokoh keagamaan. 

"Bentuk pelibatannya dengan mengimbau masyarakat di RT/RW hingga sampai ke warga. Kalau dari tokoh agama bisa saja imbauan saat sambil salat berjamaah, atau melalui personal to personal," ungkap dia. 

Selain itu, lanjut Trubus, perlu diperketat sirkulasi keluar-masuk akses masyarakat selama masa liburan. Penegakan protokol kesehatan serta pengawasan, menurutnya harus benar-benar ditegakkan. 

"Cuma yang sulit itu terkadang di tingkat pengawasannya. Untuk menindak mungkin sulit sekali saat di kerumunan tempat wisata. Ini yang menyebabkan potensi penularan tinggi," tambahnya.

Berbagai Upaya Antisipasi 

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan mengimbau warganya untuk tetap berada di rumah saat libur panjang. Sekalipun mereka ingin berwisata, hendaknya pilih tempat wisata yang terbuka dan jumlah wisatawannya tidak padat. 

Meski tempat wisatanya terbuka, namun bila jumlah pendatangnya tinggi, masyarakat diimbau untuk menghindarinya. Sebab kerumunan orang di tempat terbuka juga memiliki risiko tinggi terhadap penularan Covid-19. 

Selain itu, masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker dengan benar, menjaga jarak 1,5-2 meter dan mencuci tangan sesering mungkin. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, perilaku masyarakat dan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan warga menjadi kunci untuk meningkatkan kesembuhan pasien Covid-19. 

"Tingkat kesembuhan itu adalah partisipasi masyarakat yang perlu dijaga untuk tetap sehat," kata Widyastuti. 

Dirinya juga mendorong masyarakat untuk membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan selalu mencuci tangan. Widyastuti menambahkan, Pemprov DKI Jakarta telah gencar mengkampanyekan gerakan mencuci tangan semenjak awal pandemi Covid-19 pada Maret 2020 lalu. 

"Dengan gerakan cuci tangan yang sangat sederhana bisa menurunkan risiko penularan penyakit menular, baik itu akibat virus maupun kuman," paparnya. 

Pemprov DKI Jakarta menerbitkan Pergub Nomor 80 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif. 

"Terkait dengan Covid tadi, di DKI Jakarta sesuai dengan rancangan sejak Maret yg lalu, sudah banyak dikeluarkan regulasi," tuturnya. 

Untuk penanganan Covid-19, terutama untuk seseorang yang dinyatakan positif dan tanpa gejala, Pemerintah DKI Jakarta tengah menyiapkan tiga wisma untuk isolasi. Berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) 979 Tahun 2020 tentang Penetapan 3 Lokasi Isolasi Terkendali Milik DKI, antara lain Jakarta Islamic Center, Wisma Ragunan, dan Wisma TMII. 

Selain itu, berkat kerja sama dengan pemerintah pusat dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia, sudah ada beberapa hotel yang menjadi tempat isolasi bagi orang tanpa gejala, yaitu Hotel Ibis Mangga Dua, Hotel Ibis Senen, dan Hotel U Stay. 

"Kami siapkan, tetapi kami tetap ingin jangan sampai ada yang sakit lagi. Pencegahan tetap menjadi nomor satu. Perubahan perilaku harus dikuatkan," katanya. 

Pemprov DKI juga menggencarkan sosialisasi pencegahan COVID-19 lainnya. Hal itu dilakukan secara masif di sekolah, mal, pasar, halte, terminal dan pusat keramaian lainnya. 



#JAYARAYACOVID

Komentar Anda
Komentar