Hello,

Reader

Jaga Kesehatan Tulang di Tengah Pandemi Covid-19
Tangkapan layar kegiatan media briefing Siloam Hospital Kebon Jeruk secara virtual tentang Osteoporosis, Sabtu (24/10).
Jaga Kesehatan Tulang di Tengah Pandemi Covid-19

Jakarta, HanTer - Osteoporosis merupakan penyakit ‘silent disease’ yang dapat menyerang secara diam-diam tanpa ada tanda-tanda khusus. Penyakit ini memiliki dampak ganda lantaran tidak hanya mengganggu kesehatan tetapi juga produktivitas penderitanya. 

“Apabila dibiarkan, (Osteoporosis) kedepannya dapat menimbulkan masalah pada fisik seperti rasa nyeri, patah tulang hingga membutuhkan ostheoarthritis advance. Hal ini tentunya dapat menurunkan kualitas hidup seseorang yang dapat menganggu sistem tubuh yang lainnya termasuk jantung, paru-paru, dan lainnya,” ungkap Dokter Ortopedi Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ),  dr Karingan Besinga SpOT (K) dalam media briefing, kemarin.

Mengacu pada pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan no. 1142 Tahun 2008, disebutkan dua dari lima penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis.

Kepala Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center SHKJ, Dr. dr. Franky Hartono, Sp.OT(K) mengatakan, tulang adalah jaringan hidup yang secara konstan berubah-ubah.  Dalam periode umur tertentu, sel tulang disimpan namun terdapat fase dimana sel tersebut terserap.

Sementara, osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan pengurangan massa atau kepadatan tulang sehingga mengakibatkan tulang menjadi keropos.

“Gejala osteoporosis biasanya tidak dirasakan pasien hingga terjadi cidera. Diagnosa dini osteoporosis dapat dilakukan melalui BMD (bone mass density) untuk menilai kepadatan tulang. Terapi osteoporosis melalui gaya hidup, olahraga yang sesuai, pemberian obat-obat anti osteoporosis, dan dilakukan tindakan invasif bila osteoporosis tersebut menyebabkan tulang patah” tambah dr. Daniel Marpaung,Sp.OT(K).

dr. Karina menyarankan agar masyarakat memperbanyak gerak, olahraga yang cukup, dan paparan matahari yang juga cukup. Sedangkan, pemenuhan kalsium untuk memperkuat tulang tidak hanya bisa dilakukan dengan meminum susu, melainkan juga bisa dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya akan kalsium seperti alpukat, anggur, dan nanas.

Dalam rangka hari osteoporosis sedunia yang jatuh pada 20 Oktober 2020, Siloam Hospital Kebon Jeruk, mengingatkan kembali akan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah dan membantu penderita Osteoporosis.

“Walau di tengah pandemi Covid-19,  kita imbau untuk selalu mengontrol kesehatan tulang melaui berbagai media baik melalui telekonsultasi melalui platform Aido Health (konsultasi online) maupun pertemuan tatap muka yang selalu mengedepankan protokol kesehatan di rumah sakit sesuai standar dengan harapan membuat pasien aman dan nyaman untuk mempercayakan layanan kesehatannya kepada kami,” kata Dr. dr. Franky. (Arbi)



#siloam #osteoporosis

Komentar Anda
Komentar