Hello,

Reader

Islam, Islam Politik dan Radikalisme 
Legisan S Samtafsir/ ist
Islam, Islam Politik dan Radikalisme 

Oleh) Legisan S Samtafsir 

Misi ISLAM utk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan seluruh umat manusia, harus berjalan. Tapi tanpa kekuasaan, mungkinkah itu terwujud.? 13 tahun Nabi Muhammad Saw, berjuang utk misi itu tanpa kekuasaan di Makkah.

Pendekatannya door to door, person to person, gerilya dan berlangsung secara kultural. Hasilnya kecil, dan berujung pada pengusiran dan ancaman pembunuhan oleh persekongkolan elit penguasa Makkah. 

Hanya 10 tahun di Madinah, Nabi Muhammad Saw mengonsolidasikan kekuatan, dengan pendekatan komunitas yg solid (ummah), kekuasaan yg terstruktur (bershaf-shaf), maka misi ISLAM itu berjalan massive laksana air bah yg menyapu bersih sampah kemusyrikan. Hasil nya futuh Makkah yg sangat fenomenal, gilang gemilang. 

Apa kuncinya? KEKUASAAN. 'Segenggam kekuasaan lebih powerful daripada sekeranjang kebenaran'. Misi ISLAM akan berjalan efektif dengan kekuasaan. Sejarah membuktikan, bahwa di manapun 'kekuasaan di tingkat negara' memiliki kekuatan memaksa utk berjalannya suatu misi.

Dan akhirnya, tak ada satu sendi kehidupan pun tanpa dipengaruhi oleh keputusan politik kekuasaan negara. Warna kehidupan masyarakat adalah akibat keputusan politik kekuasaan. Di situlah mengapa harus ada ISLAM POLITIK, karena tanpa kekuasaan, Islam akan lemah dan lenyap dari kehidupan manusia.

Kemudian, dengan adanya 'Islam politik' itu, maka membuka peluang bagi munculnya kekuatan politik lainnya yg berseberangan dengan Islam; maka terjadilah kontestasi; terjadi persaingan antar kekuatan politik, masing2 dengan identitasnya. Agama merupakan identitas yg sangat mengakar bagi kekuatan politik. ISLAM menjadi identitas yg sempurna bagi kekuatan ISLAM POLITIK.

Dari situ kita paham, bahwa yg keberatan dengan adanya Islam politik atau politik yg beridentitas Islam adalah kekuatan politik lain yg ingin lebih unggul daripada Islam. Tuduhan mengenai 'Islam politik' itu merupakan suatu keburukan, sesungguhnya adalah strategi kekuatan politik lain yg ingin melemahkan Islam.

Propaganda bahwa Islam hanyalah suatu NILAI, Islam hanyalah kebaikan substantif adalah upaya utk menidurkan 'Islam Politik'. Padahal di ujungnya adalah hilangnya MISI ISLAM dan berkembang misi yg berseberangan dengan Islam.

Sampai di sini kita paham bahwa ketakutan pada Islam Politik adalah propaganda kekuatan politik lain yg ingin melemahkan dan mematikan Cahaya Islam. Islam diarahkan tanpa politik, tanpa kekuasaan, dan hanya nilai, hanya substansi kebaikan. Sayangnya, banyak Umat Islam sendiri yg mengikutinya dan menjadi Muslim yg anti politik.

Lalu, apa hubungannya radikalisme.. ? (bersambung)
 



#Islam #Politik #Radikalisme

Komentar Anda
Komentar