Hello,

Reader

15 Perupa Ramaikan Semesta Perempuan Basoeki Abdullah
Museum Basoeki Abdullah menyelenggarakan Pameran Seni Rupa Kontemporer, yang mengangkat tema perempuan, “Semesta Perempuan”.
15 Perupa Ramaikan Semesta Perempuan Basoeki Abdullah

Jakarta, HanTer  - Sebagai rangkaian program kerja Museum Basoeki Abdullah pada tahun ini, 
Museum Basoeki Abdullah menyelenggarakan Pameran Seni Rupa Kontemporer, yang mengangkat tema perempuan, “Semesta Perempuan”. Pameran juga diikuti lima belas perupa dari berbagai wilayah di tanah air, yaitu Jakarta, Banten, Bandung, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan dan Papua.

Kepala Museum Basoeki Abdullah, Dra. Maevah Salmah mengatakan, tema Semesta Perempuan dipilih dengan pertimbangan bahwa sebagian karya-karya Basoeki Abdullah memiliki spirit “keperempuanan”, baik dalam konteks estetis, sensualitas hingga spiritual. Basoeki Abdullah juga sangat mengagumi sosok perempuan. Sosok perempuan dinilainya menjadi sumber inspirasi dan kreativitas.

"Basoeki Abdullah sangat mengagumi ibu kandungnya. Ibundanya menjadi sumber inspirasi dan kreativitas," ujar Dra. Maevah Salmah di Museum Basoeki Abdullah, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Maevah menjelaskan, perempuan sebagai sumber inspirasi jangan hanya sebagai objek, namun menjadi subjek dalam dirinya dan memiliki peran penting dalam semesta alam. Terlebih di era pandemi covid 19, perempuan juga diharapkan sebagai garda terdepan dalam menjaga menjaga keseimbangan kehidupan.

Adapun15 perupa yang ikut berpartisipasi dalam pameran kali ini di antaranya yakni, Afriani, Agustan, Citra Sasmita, Erica Hestu Wahyuni, Guntur Wibowo, Ignatius Dicky Takodare, Ika Kurnia Mulyati, Indyra, Mahdi Abdullah, Ponkq Hary Purnomo, Prajna Deviandra Wirata, Reza Prastica Hasibuan, Syis Paidow, Tubagus Patoni, dan Vikey Yordan.

"Para perupa yang berkutat dengan karya-karyanya untuk meneguhkan atau bahkan mengembangkan tentang tema
Semesta Perempuan. Artinya, para seniman peserta diminta untuk berkarya dengan gaya, cara, penafsiran, isi dan narasi secara personal diri sendiri terhadap wacana tema dan bentuk pameran yang ditawarkan.

Kelimabelas karya yang dipamerkan semua merupakan karya seni lukis diatas kanvas dengan eksplorasi media yang beragam mulai dari cat minyak, cat akrilik, ballpoint. Begitu pula genre seni lukis yang menjadi pilihan seniman, sangat bervariasi mulai dari realisme, ekspresionisme, impresionisme hingga metarealis-surealisme. 

"Karya yang dipamerkan sebagian besar merupakan karya terbaru, tahun 2020, yang khusus diciptakan perupa pada pameran ini dengan mengangkat berbagai dinamika sosial budaya yang tengah terjadi, termasuk di dalamnya tema kemanusiaan: Pandemi Covid 19," jelasnya.

Maevah menuturkan, pameran kali ini juga untuk merayakan ketokohan Basoeki Abdullah dalam terus konsisten bekerja dengan karya- karya seni lukisnya. Maevah pun berharap pameran kali ini mampu memberikan suguhan inspiratif, edukatif, dan rekreatif bagi khalayak luas, khususnya di tengah pandemi Covid dan mampu memberikan motivasi untuk menumbuhkan kecintaan dan penghargaan kepada para seniman daerah. 

"Karena seni tidak lebih penting dari hidup itu sendiri, seni punya peran untuk menjaga kewarasan publik di masa karantina ini dan tentunya keselamatan publik jelas lebih utama," paparnya. 

Kurator pameran tersebut yakni, Citra Smara Dewi dan Dian Ardianto. Dalam pengantar kuratorialnya, Citra Smara menekankan pentingnya keterlibatan perupa-perupa luar Jawa Bali dalam pameran ini untuk memberi kesempatan perupa-perupa Nusantara 
menampilkan karya terbaiknya. 

"Dengan berbagai ideologi dan latar belakang sosial budaya, kita dapat melihat bagaimana sosok perempuan hadir sebagai sumber inspirasi berkarya dari para seniman lintas kultural," jelasnya.

Sementara itu Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemendilbud Judi Wahyudi mengatakan, mengapresiasi atas pemeran yang digelar Museum Basoeki Abdullah. Karena walaupun dalam kondisi pandemi tetap bisa menggelar pameran yang diharapkan menjadi inspirasi dam rekreasi. 

Pameran ini seyogianya diselenggarakan pada tanggal 25 September - 25 Oktober 2020, namun karena adanya pelonggaran PSBB di wilayah Jakarta terkait wabah Covid 19, pameran Semesta Perempuan diperpanjang hingga tanggal 21 November 2020, pameran temporer Semesta Perempuan ini dilaksanakan dalam dua bentuk pameran yaitu pameran daring (melalui virtual tour) dan pameran luring (pameran secara fisik). Pameran secara fisik diselenggarakan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah. 



#MuseumBasoekiAbdullah

Komentar Anda
Komentar