Hello,

Reader

Kini Waktunya Berkolaborasi Membangun Jakarta Lebih Baik
Forum kolaborasi Jakarta Development Collaboration Network (JDCN).
Kini Waktunya Berkolaborasi Membangun Jakarta Lebih Baik

Jakarta, HanTer - Jakarta sebagai kota metropolitan menjadi tempat bertemunya banyak orang dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda.

Tentunya banyak tantangan yang harus dihadapi di segala bidang, antara lain akses publik, pengembangan kota, dan kualitas warganya untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Sebuah forum kolaborasi dengan berbagai pihak dibutuhkan untuk meringankan dan memudahkan tantangan tersebut, dengan misi yang sama, memajukan Jakarta. Dibentuklah forum kolaborasi tersebut  bernama Jakarta Development Collaboration Network (JDCN).

Melalui JDCN, Pemprov DKI Jakarta ingin semua pihak melibatkan diri dalam kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk menghadirkan wajah Jakarta yang modern, sejahtera, dan berkelanjutan demi kebahagiaan warganya.

JDCN dengan jejaring mitra lokal dan internasional nantinya diharapkan dapat merumuskan dan mewujudkan solusi pembangunan kota melalui model kolaborasi berkelanjutan. Dengan begitu pembangunan kota yang sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan.

Sebagai wadah bagi kolaborator, JDCN membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa saja yang ingin terlibat dalam membangun Kota Jakarta. Topik utama di JDCN seputar bidang ketahanan bencana, pendidikan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pengembangan infrastruktur, hunian, pengurangan kemiskinan, seni dan budaya. 

Salah bentuk kolaborasi di bidang infrastruktur ialah kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) untuk megembangkan jalur sepeda terintegrasi angkutan umum. ITDP ialah organisasi nirlaba yang didirikan di Amerika Serikat pada 1985 oleh para pelaku advokasi transportasi berkelanjutan. ITDP memberikan bantuan teknis kepada pemerintah kota di dunia dalam meningkatkan sistem transportasi berkelanjutan.

Sementara, di bidang hunian, kolaborasi dilakukan melibatkan warga dalam pembangunan Kampung Akuarium melalui Community Action Plan. Mulai dari desain rancangan hingga pembangunannya.

Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB)
Dalam perjalanannya, di tengah situasi pandemi COVID-19, lahir pula program yang terbentuk dari penyaluran bantuan kepada yang membutuhkan. Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) merupakan salah satu ide kolaborasi yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui JDCN untuk menghubungkan donatur dan penerima bantuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak COVID-19.

Dimulai dengan KSBB Pangan, lalu diikuti KSBB UMKM, KSBB Pendidikan, serta KSBB Penataan Permukiman. Dalam jenis-jenis KSBB ini, kolaborator dapat berpartisipasi memberikan bantuan secara spesifik, dengan target yang telah didata dalam platform KSBB.

Kepala Biro Kerja Sama Daerah Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, mengatakan, sasaran KSBB adalah pihak yang mengalami kesulitan akibat pandemi COVID-19. Melalui berbagai program KSBB, Pemprov DKI Jakarta terus bekerja sama dengan lembaga, yayasan, perusahaan, individu, dan lain-lain untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"KSBB Pangan untuk masyarakat kurang mampu, KSBB UMKM untuk UMKM yang mengalami penurunan pendapatan, KSBB Pendidikan untuk peserta didik dan tenaga pendidik yang memiliki keterbatasan dalam pembelajaran jarak jauh, KSBB Permukiman untuk kampung-kampung kumuh yang memerlukan peningkatan kualitas lingkungan," jelas Andhika.

"Respons masyarakat sangat positif, terutama dikarenakan bantuan yang diberikan tepat guna, sesuai dengan yang membutuhkan," tambahnya.

Sementara itu, KSBB Persampahan dan KSBB Tenaga Kerja masih dalam pembahasan. Pemprov DKI Jakarta sedang menjajaki kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Pada prinsipnya, peran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam KSBB adalah sebagai penyediaan platform. Artinya, penyampaian bantuan bisa dilakukan oleh donatur langsung kepada masyarakat, atau melalui agregator yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," terang Andhika.

Terpisah, Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo memberikan apresiasi yang tinggi kepada forum kolaborasi JDCN. Salah satu kolaborasi yang dilakukan Shopee adalah acara Bazaar Online Jakpreneur.

“Bazaar ini bentuk pembuktian sesuatu yang lebih positif. Kolaborasi ini memberikan manfaat yang jauh lebih baik dan banyak program yang akan dilakukan ke depannya,” katanya.

Radityo kembali memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI dan berharap dapat melanjutkan kerja sama strategis. Terutama, kolaborasi untuk memajukan para pelaku UMKM di Ibu Kota.

“Kolaborasi secara digital yang Shopee berikan untuk acara bazaar virtual Jakpreneur ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan para UMKM binaan sekaligus menjaga roda perekonomian untuk terus berputar,” imbuhnya.

“Pemprov DKI Jakarta sudah membuat seseorang memulai usahanya. Shopee membantu pemasaran secara online,” pungkasnya.

Diketahui, Kegiatan Bazaar Online Jakpreneur ini merupakan pilot project untuk penyelenggaraan “Jakpreneur Expo” yang akan diadakan pada 2021 mendatang. Hingga saat ini, anggota Jakpreneur yang terdaftar sudah hampir mencapai 200 ribu wirausaha Jakpreneur.



#JAYARAYACOVID

Komentar Anda
Komentar