Hello,

Reader

Warga Jakarta Tolak Swab dan Vaksin Didenda Rp5 Juta
Istimewa
Warga Jakarta Tolak Swab dan Vaksin Didenda Rp5 Juta

Jakarta, HanTer - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, mengingatkan warganya untuk patuh terhadap ketentuan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Termasuk, prihal tes swab yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bila ditemukan adanya penyebaran kasus di permukiman atau tempat kerja warga.

"Dengan swab test memang ada ketentuan di Perda (Perda Nomor 2 tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 di Jakarta) itu tidak boleh menolak, termasuk divaksin juga tidak boleh," kata Ariza kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/11/2020).

"Itu ada aturan dendanya maksimal sampai Rp5 juta, bahkan kalau ada tindakan kekerasan bisa sampai Rp7 juta dendanya," tambah Ariza.

Ariza mengatakan, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan akan menggiatkan pengetesan dan pelacakan Covid-19 di sejumlah acara yang terjadi kerumunan. Sebab, kerumunan massa sangat berpotensi terhadap penularan Covid-19. Terlebih bila ditemukan salah satu massa reaktif Covid-19 atau terkonfirmasi positif.

Meski demikian, kata dia, upaya tracing atau pelacakan Covid-19 dapat dilakukan oleh lembaga lain di luar Pemprov DKI. Pemerintah daerah tentu terbuka bila lembaga lain melakukan tes swab, namun bila ditemukan positif harus diinformasikan kepada pemerintah.

"Tes ini bisa dilakukan oleh siapa saja, bisa pihak kami, kami siap membantu, puskesmas, rumah sakit daerah kemudian juga bisa dibantu pihak lain seperti Polda dan Kodam Jaya yang ingin membantu tentu kami berterima kasih," ujar Ariza.

Kata dia, upaya tracing merupakan langkah yang baik untuk guna mendeteksi penularan Covid-19. Harapannya, virus tidak kian menyebar ke warga Jakarta melalui interaksi ketika berada di rumah.

"Melakukan swab untuk memastikan keamanan keselamatan dirinya, keluarganya dan lingkungannya dan untuk kita semua. Jadi kami minta semuanya patuh dan taat," ungkapnya.

Patuhi Regulasi

Senada diungkapkan Wagub Ariza, Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, meminta warganya untuk patuh terhadap regulasi yang ada.

"Mengenai sanksi itu merupakan amanat Perda sehingga warga harus mematuhi aturan tersebut," kata Mujiyono di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Mujiyono mengatakan, pengenaan sanksi maksimal Rp5 juta karena menolak swab tes dan vaksin telah diatur dalam Pasal 29 di Perda Nomor 2 tahun 2020. Nilai denda itu sama besarnya bagi orang yang mencoba membawa jenazah yang berstatus probable atau konfirmasi positif.

Namun bagi pihak yang melakukan tindakan tersebut disertai ancaman, dapat dikenakan denda Rp7,5 juta. Bahkan sanksi Rp5 juta dapat berlaku bagi orang yang kabur dari fasilitas isolasi dari pemerintah ketika terbukti positif Covid-19.

Jangan Bikin Gaduh

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menyarankan agar Satgas Covid-19 perlu meluruskan di masyarakat prihal pemberian vaksin.

Menurutnya, Satgas Covid-19 perlu berdiskusi secara khusus dan memantangkan persoalan mengenai hal ini. Sebab, vaksinnya belum ada namun isu denda bagi penolak vaksin sudah mencuat.

"Karena masyarakat ditakut-takuti vaksin, sementara vaksinnya sendiri belum ada. Jakarta sudah mendahului dari yang lain. Pemerintah pusat saja belum menerapkan bagaimana, karena vaksinnya belum ada," ujarnya di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Dia menyarankan, Satgas Covid-19 seharusnya dapat mengendalikan hal ini. "Jangan itu diekspos dulu, jangan koar-koar dulu, supaya tidak menjadi gaduh, masyarakat jadi panik," kata Trubus.

Sebelumnya, menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, pada dasarnya pengenaan denda adalah kebijakan dari pemda, bukanlah kebijakan pusat. 

Dia menyebut, tujuan dari aturan tersebut cukup baik karena demi keselamatan warga.

"Jadi kebijakan daerah merupakan otoritas pemerintah daerah. Tujuan dari penyusunan kebijakan ini adalah untuk keselamatan dan kesehatan penduduk," kata Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu.



#Corona #covid-19 #swab #vaksin

Komentar Anda
Komentar