Bumi Alumni Ajak Pelaku UMKM Bangun Jejaring Bisnis di Jepang
Ketua Umum PBA Dr. Ary Zulfikar alias Azoo sebagai Keynote Speaker. Diundang pula dua narasumber yakni Owner Hanamaza Pan Bakery Halal di Jepang Siti Nurjannah dan Owner Opera Investment Grup (Furniture & F&B) Ryo Okawa. 
Bumi Alumni Ajak Pelaku UMKM Bangun Jejaring Bisnis di Jepang

Jakarta, HanTer - Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), wadah mandiri alumni UNPAD mengadakan webinar bertajuk 'Membangun Jaringan Alumni Peluang Pasar di Jepang', Jumat (27/11) malam. Dalam webinar ini hadir Ketua Umum PBA Dr. Ary Zulfikar alias Azoo sebagai Keynote Speaker. Diundang pula dua narasumber yakni Owner Hanamaza Pan Bakery Halal di Jepang Siti Nurjannah dan Owner Opera Investment Grup (Furniture & F&B) Ryo Okawa. 

Kegiatan webinar ini merupakan bagian dari kegiatan Bidang Hubungan Luar Negeri, ujar Nuning Hallet Phd, selaku ketua bidang hubungan luar negeri pada PBA yang juga sekalian membuka webinar ini. Setelah ini, kami akan membuat diskusi lainnya dalam membuka pasar di Korea Selatan dan Rusia.

Moderator webinar Dr. Dewi Tenty, S.H., M.H., M.Kn. menyampaikan, webinar ini diadakan supaya para UMKM, khususnya UMKM Alumni UNPAD, bisa membangun peluang jejaring pasar di Jepang. Dipilihnya Jepang, karena sepanjang sejarahnya, Negeri Nippon ini merupakan mitra dagang, baik impor maupun ekspornya, terbesar di Indonesia. 

"Pemilihan Jepang juga sebagai langkah awal supaya perluasan jejaring pasar bisa sampai ke negara-negara lainnya. Terakhir saya lihat di salah satu media pada 8 Oktober 2020, volume ekspor ke Jepang semakin meningkat. Mulai dari ikan, udang, lobster, gula batu, bawang merah meningkat. Hubungannya sudah sangat harmonis," kata Dewi.

Di samping itu, sambung Dewi, terjadi peningkatan jumlah penduduk Indonesia yang bermukim di Jepang. Data 2019 menunjukan, 12,7 persen atau lebih dari 56 ribu penduduk Indonesia bermukim di Jepang.

"Itu kan suatu pasar juga karena orang di Indonesia akan kangen dengan masakan kampung halaman. Dengan webinar ini, kita harap membuat wawasan semakin meningkat, bagaimana cara membangun kerja sama dengan alumni dan pasar di Jepang," paparnya. 

Sementara itu Azoo berharap, webinar ini dapat memperluas cakrawala pelaku UMKM untuk membuka pasar di Jepang. Para pelaku UMKM bisa memperoleh manfaat dari pengalaman-pengalaman narasumber untuk membangun dan mempertahankan bisnisnya di Jepang.

"Pelaku usaha langsung bisa mengambil manfaat dari para narasumber yaang sudah menembus pasar di Jepang. Networking ini perlu dibina sehingga bisa membaca peluang tidak hanya di Jepang tapi juga di negara lainnya. Semoga acara ini bisa berjalan lancar," tutup Azoo.

Siti Nurjannah menceritakan pengalamannya dalam membangun usaha roti halal di Jepang. Siti menyampaikan, awal yang baik untuk membuka bisnis yakni melihat kebutuhan masyarakat Jepang. Dirinya sendiri mengaku memutuskan membangun bisnis roti karena melihat pergeseran pola konsumsi masyarakat Jepang.

"Alasan membuat bisnis roti karena di Jepang makanan pokok bergeser dari nasi ke roti," kata Siti.

Di samping itu, Siti juga melihat peluang banyaknya masyarakat muslim Jepang yang membutuhkan makanan halal. Menurutnya, agak sulit mencari roti yang halal di Jepang.  Tidak hanya melihat peluang pasar, Siti juga melihat perkembangan teknologi yang mempengaruhi konsumsi masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat Jepang juga senang memesan makanan melalui online. 

"Karena itu, saya membidik online. Sehingga semua masyarakat Jepang bisa membeli produk saya," jelasnya.

Kemudian, usai melihat peluang-peluang itu, Siti memberanikan diri untuk membuat bisnis roti halal. Namun, Siti mengaku mulanya tidak mengetahui untuk mulai dari mana. Ia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada pemerintah kota apakah ada program pebisnis untuk pemula. Siti berharap, jika ada program itu maka pemerintah kota akan memberikan bimbingannya.

Dari bimbingan itu, Siti belajar banyak hal mulai dari tata cara membangun toko roti hingga syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kendati demikian, Siti membuktikan bahwa saat ini toko roti halal terbilang sukses. Apalagi Siti terus melakukan inovasi terhadap produk-produk rotinya. Bahkan, dirinya pernah diundang ke Festival Roti Jepang karena roti buatanya.

"Saya mencoba hanya membuat roti yang belum ada yang memasarkan. Dari produk itu saja banyak tawaran, jadi memang harus punya gebrakan," kata Siti.

Narasumber lainya, Ryo menceritakan pengalamannya membuka usaha di Indonesia karena dilatar belakangi dengan membantu perusahaan kelurganya di bidang furniture. Pertama kali masuk Indonesia, dia pernah tinggal di jepara mencari bahan baku buat furniture di jepang. 

Banyak potensi market di Jepang. Modal utamanya adalah kita harus bisa melakukan identifikasi produk apa yang cocok dengan selera jepang. Seperti kopi, orang Jepang suka kopi yang rasa asam, berbeda dengan rasa orang Indonesia. Orang Jepang juga menyukai masakan santan sehingga bermaksud untuk membuka restoran padang di Jepang.

Selain identifikasi market Jepang, inovasi produk juga menjadi hal yang penting bagi Ryo Okawa. Dibutuhkan juga komitmen, konsistensi, dan keberanian untuk menjalankan bisnis di Jepang. Namun, dia mengingatkan, masyarakat Jepang lebih suka produk yang memiliki kualitas bermutu tinggi. Karena itu, jangan sampai kualitas produk yang dihasilkan bermutu rendah.

"Selain itu, kalau mau bisnisnya melebar ke Jepang harus mencari partner bisnis. Ini kunci karena partner bisnis dari Jepang bisa merekomendasikan teknik pemasaran dan sebagainya," kata Ryo.

Ryo juga memberikan tips agar bisa sukses untuk membuka usaha di jepang atau dinegara manapun, yaitu ada 2 hal: pertama produk yang berkualitas dan kedua mencari partner yang bisa dipercaya. Karena sebagai orang asing tentunya tidak mengetahui seluk beluk dinegara orang lain. 

"Dalam menjalankan usaha, kita jangan pernah takut untuk membuat kesalahan, yang penting bagimana kita bisa belajar dari kesalahan tersebut untuk memperbaiki kemudian, pungkas Ryo, yang cukup dikenal di dunia selebritis di Indonesia," tandasnya 

Webinar ini cukup mendapat antusiasme dari pelaku UMKM Bumi Alumni. Tercatat 147 yang hadir yang tertarik mengupas dari para narasumber bagaimana menembus pasar di negara orang lain. 



#AlumniUnpad