Hello,

Reader

Jokowi Bubarkan Dua Lembaga Milik Kemenpora Demi Efektivitas dan Efisiensi
Lembaga BOPI dan BSANK yang berada di bawah naungan Kemenpora yang dibubarkan Presiden Joko Widodo
Jokowi Bubarkan Dua Lembaga Milik Kemenpora Demi Efektivitas dan Efisiensi

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membubarkan 10 lembaga nonstruktural melalui Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2020 dengan alasan efektivitas dan efisiensi pada Minggu (29/11/2020) kemarin. Dari 10 lembaga tersebut, dua diantaranya merupakan yang berdiri dibawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kedua lembaga tersebut ialah Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan juga Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK). Baik Kemenpora maupun perwakilan dari lembaga tersebut pun bersikap legowo.

Mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Gatot S Dewa Broto selaku Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) menuturkan bahwa pihaknya menerima keputusan tersebut. Lebih lanjut, Gatot menerangkan, Kemenpora siap mengambilalih dan melanjutkan program dari kedua lembaga non struktural tersebut.

Untuk melanjutkan segala program kedepan, Kemenpora pun berencana untuk bermediasi dan bersinergi dengan para pengurus dari kedua lembaga non strukturalnya itu. "Kami sepenuhnya memenuhi keputusan tersebut. Kami juga sangat siap (melaksanakan tugas dan fungsi BOPI serta BSANK -red). Supaya ada kesinambungan antara yang sudah dihasilkan, sedang, dan akan. Kami perlu duduk bareng," jelas dia, kemarin.

Seperti diketahui, BSANK dibentuk dengan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2014. Ada sembilan anggota di dalamnya yang bertugas, antara lain menyusun standar nasional keolahragaan dan pedoman standardisasi, melakukan akreditasi program pelatihan dan organisasi olahraga serta sertifikasi kompetensi tenaga keolahragaan.

Sementara BOPI dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 9 Tahun 2015 tentang kedudukan, fungsi, tugas, dan susunan organisasi badan olahraga profesional. Salah satu tugas BOPI antara lain membantu menteri dalam melaksanakan tanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan serta pengawasan dan pengendalian olahraga profesional.

Di tempat terpisah, Ketua BOPI Richard Sam Bera mengakui turut menerima keputusan pembubaran lembaganya itu. Meski begitu, mantan atlet renang Indonesia tersebut berharap harus tetap ada otoritas yang melanjutkan estafet pembinaan, pengembangan, pengawasan dan pengendalian terhadap setiap kegiatan olahraga profesional Indonesia yang selama ini telah dibangun.

"Semoga setelah BOPI dibubarkan pemerintah tetap membina industri olahraga profesional dengan kewenangan yang jelas apapun bentuk lembaga atau badan itu nantinya untuk tetap menjamin perkembangan industri dan cabor-cabor olahraga profesional Indonesia," jelas Richard.

BACA JUGA: Yoyok Sukawi: Pembubaran BOPI dan BSANK Sudah Tepat



#BOPI #BSANK #Bubar #Kemenpora #Presiden #JokoWidodo #Efektivitas #Efisiensi

Komentar Anda
Komentar