Hello,

Reader

Habib Rizieq Shihab Bakal Ditangkap?
Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab Bakal Ditangkap?

Jakarta, HanTer - Beredar kabar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) akan ditangkap menyusul sepak terjang dan pernyataan-pernyataannya setelah kembali dari Arab Saudi ke Indonesia.

Sumber Harian Terbit juga memprediksi HRS akan ditangkap aparat keamanan karena pernyataan-pernyataannya setelah tiba di Indonesia dinilai membahayakan situasi politik dan sudah membuat elit di pemerintahan ‘geram’.

“Saya perkirakan beliau akan diamankan dalam waktu dekat,” kata sumber tersebut.

Tidak Mungkin

Sementara itu, pengamat hukum dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Dr Ismail Rumadan mengatakan, tidak mungkin HRS bakal ditangkap. Karena polisi tentu juga memimikirkan segala akibat jika HRS harus ditangkap. 

Apalagi, lanjutnya,  logika publik sudah pasti menduga penangkapan HRS tidak dalm konteks penegakan hukum, namun penangkapannya lebih cenderung pada urusan politik, sehingga polisi tentu sangat hati-hati untuk melakukan penangkapan terhadap HRS.

"Apalagi posisi HRS saat ini sedang mendapatkan tempat di hati masyarakat, dalam momentum apapun HRS selalu dijaga dan dikagumi oleh jutaan ummat Islam," tegasnya kepada Harian Terbit, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, HRS mempunyai hak untuk mempertanyakan alasan pemanggilan Polda Metro Jaya terhadap dirinya. Oleh karena itu, HRS bukan tidak mau datang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan, tapi kemungkinan alasan pemanggilannya yang belum jelas apa Pasal yang disangkakan terhadap dirinya.

"Dan jika alasannya masuk akal, saya pikir HRS sangat kooperatif juga untuk diperiksa polisi. Apalagi ini bukan kali pertama HRS diperiksa polisi," ujar Dr Ismail Rumadan.

Dr Ismail menilai, HRS bisa jadi tersangka dan ditahan, tergantung bagaimana alasan yang digunakan polisi. Apalagi sekarang ini tergantung polisi yang memiliki kewenang untuk menetapkan seseorang, apakah jadi tersangka atau tidak. Namun untuk menjadi seseorang tersangka dan ditahan harus ada beberapa tahapan, yakni berdasarkan alat bukti. Penahanan dilakukan jika tersangka berpotensi melarikan diri.

"Tapi tentu masyarakat pun punya penelian tersendiri, jika penetapan tersangka itu (terhadap HRS) terkesan dipaksakan," paparnya.

Dr Ismail, dalam kasus HRS saat ini istilahnya bola ada di polisi. Karena prosesnya ada di polisi. Namun harus dipahami juga bahwa HRS tentu sudah paham dengan semua permasalahan yang dialami, dan bagi HRS untuk menghadapi semua masalah tersebut tidak menjadi soal atau masalah. Karena HRS sadar betul terhadap konsekuensi dari berdakwa, dengan menyampaikan pesan-pesan tentang suatu kebenaran. 

Penyidikan

Penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan melayangkan surat panggilan pemeriksaan kedua kepada Mohammad Rizieq Shihab dan menantunya Hanif Alatas jika hari ini keduanya tidak hadir memenuhi panggilan penyidik.

"Kalau tidak ada malam ini kita layangkan lagi surat panggilan kedua terhadap MRS dan MHA," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa.

Yusri menjelaskan keduanya akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Petamburan pada Sabtu (14/11).

Polda Metro Jaya telah meningkatkan status kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan kerumunan massa MRS dari penyelidikan ke penyidikan.

Selain di Polda Metro Jaya, Polda Jabar juga telah menaikkan status dugaan pelanggaran protokol kesehatan karena adanya kerumunan terkait acara MRS di Megamendung, Bogor, ke penyidikan.

Dua kasus pelanggaran protokol kesehatan berupa kerumunan massa yang menyeret nama MRS sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Dengan demikian artinya penyidik menemukan adanya unsur pelanggaran pidana.

Dalam kasus ini, penyidik menduga telah terjadi pelanggaran Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Kemudian Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216.



#Habibrizieq #umatislam #polisi

Komentar Anda
Komentar