Hello,

Reader

BUMN Pertamina Konsisten Berkinerja di Tengah Pandemi Covid 19
Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi
BUMN Pertamina Konsisten Berkinerja di Tengah Pandemi Covid 19

Oleh: Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi

Pada tanggal 10 Desember 2020, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina yang diberikan mandat oleh Pasal 33 UUD 1945 (konstitusi ekonomi) mengelola salah satu cabang produksi penting dan menguasai hajat hidup orang banyak di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) genap berusia 63 Tahun.

Selain itu, pada Hari Ibu tanggal 22 Desember 2020 kita juga diingatkan kembali pentingnya peran Ibu dalam sebuah keluarga yang mengurus rumah tangga (organisasi terkecil). Peran Ibu yang mengurusi sektor domestik inilah, maka penghormatan dan kemuliaan seorang Ibu tidak akan bisa dibalas oleh siapapun, bahkan oleh anaknya sendiri. Lalu bagaimana halnya dengan peran Ibu disektor publik yangmana  sektor ini didominasi oleh kaum Bapak?

Momentum Hari Ibu pada Tahun 2020 tidak hendak mengurai peran dan fungsi Ibu terlalu jauh secara domestik yang mungkin akan berbeda karakter dan permasalahnnya antar keluarga. Salah satu peran penting Ibu dalam sebuah organisasi (keluarga dalam bentuk lain), termanifestasikan dalam pengelolaan salah satu BUMN. Sebagai perusahaan yang merupakan mandat dari konstitusi ekonomi Pasal 33 UUD 1945.

Apalagi ditengah pandemi covid 19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia dan berimplikasi pada sektor ekonomi makro maupun mikro, namun masih ada BUMN yang berkinerja disektor energi diantara perusahaan-perusahaan dunia lain yang sebagian besar mengalami kerugian. 

Dalam perspektif pengelolaan Pertamina maka perlu kiranya menelusuri kinerja BUMN ini dengan mendasarkan pada 2 (dua) faktor penting dan merupakan tugas pokok dan fungsi utama BUMN dengan 2 (dua) Undang-Undang yang melekat (UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN dan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas), yaitu kepeduliaan terhadap lingkungan dan kinerja perusahaan sebagai sebuah organisasi bisnis.

Kepeduliaan Lingkungan

Tidaklah mudah mengelola BUMN yang sangat besar dengan 2 (dua) tanggungjawab UU yang harus dijalankan, apalagi dibawah pimpinan seorang wanita atau Ibu serta ditengah pandemi covid 19 ini. Atas dasar inilah, jika ada sebuah perusahaan besar (korporasi) mampu bertahan dan menunjukkan kinerja merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Itulah yang telah ditunjukkan oleh BUMN Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bergerak disektor energi melayani masyarakat konsumen sampai ke pelosok negeri. Malah dibawah kepemimpinan seorang Ibu Nicke Widyawati, Pertamina telah berhasil menjalankan penugasan (mandatory) dari Pemerintah, diantaranya terkait pelayanan BBM Satu Harga di daerah-daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). 

BUMN PT. Pertamina (Persero) telah menuntaskan sasaran (target) program BBM Satu Harga sejumlah 243 titik hingga Tahun 2020. 

Semenjak mendapat penugasan dari Pemerintah untuk membangun jaringan distribusi di wilayah 3T atau terdepan, terluar pada periode 2017–2019, Pertamina telah menyelesaikan sebanyak 160 titik, dan selama Tahun 2020, Pertamina telah membangun dan mengoperasikan tambahan jaringan distribusi BBM Satu Harga di 83 titik. Sebuah tanggugjawab yang tidak mudah dan ringan dalam keadaan buruknya infrastruktur di berbagai wilayah 3T tersebut, tapi mampu dikerjakan oleh Pertamina dengan baik. 

Kepedulian Pertamina tidak hanya sebatas pembangunan jaringan distribusi, namun juga terdepan dalam menerapkan prinsip pengelolaan bisnis yang ramah lingkungan, termasuk aspek kesehatan, keselamatan, dan keamanan (Health, Safety and Security/HSS) dan memperhatikan pengembangan masyarakat (community development). Kontribusi ini ditunjukkan oleh berbagai penghargaan yang telah diraih terkait keselamatan dalam bidang Minyak dan Gas (Migas) dari Kementerian ESDM serta 89 penghargaan emas lainnya.

BUMN Pertamina juga memahami peran penting atau signifikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi perekonomian nasional serta dampaknya bagi penanggulangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja dan kontribusi bagi pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) bagi pertumbuhan ekonomi bangsa dan negara. Untuk itu, Pertamina telah memberikan dukungan penuh kepada lebih dari 64.000 UMKM sebagai mitra binaan semenjak Tahun 1993. Dan, melalui program kemitraan, pada Tahun 2020 Pertamina telah memproyeksikan bantuannya untuk disalurkan sejumlah Rp 443 Miliar dengan 1.780 produk, termasuk 9.000 UMKM yang terdampak covid19 untuk tetap bertahan melalui berbagai program pelatihan. 

Kinerja Perusahaan

Ditengah kondisi perekonomian dunia yang disebut oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sedang terkena triple shock dan dialami oleh berbagai perusahaan, Pertamina justru menunjukkan kinerja yang berbeda. Pertamina mampu bertahan dan berkinerja baik dengan melakukan efisiensi 30% pada biaya operasional dan 25% atas anggaran belanja modal. Namun demikian, Pertamina juga harus mempertahankan produktifitas atas kerugian yang diderita pada Semester I/2020 sejumlah $US 700 Juta atau sekitar Rp11 Triliun. Keraguan atas keadaan ini sampai akhir Tahun 2020 ditanggapi oleh Pertamina dengan rasa optimis akan mampu menghasilkan laba bersih sejumlah $US800 Juta atau sekitar Rp 11,28 Triliun (kurs Rp 14.100) dan EBITDA sejulah $US7 Miliar. Apabila hal ini bisa tercapai, maka ini adalah sebuah kado HUT Pertamina dan Hari Ibu yang sangat istimewa dari seorang Ibu Direktur Utama beserta jajarannya.

Dengan posisi kinerja keuangan seperti itu, 3 (tiga) lembaga pemeringkat internasional yaitu Moody's, S&P, dan Fitch kembali menetapkan Pertamina pada tingkatan investment grade masing-masing baa2, BBB, dan BBB. Hal ini menunjukkan, bahwa tingkat kepercayaan investor tetap tinggi dan mengindikasikan tingkat ketangguhan (resilience) yang cukup baik dalam mengatasi dampak pandemi covid 19 pada Tahun 2020. Ditengah kondisi bencana (force majeur) yang mendera bangsa Indonesia dan berbagai perusahaan migas dan non migas dunia merugi atau berkinerja negatif, bahkan sampai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada karyawannya, Pertamina justru memberikan kontribusi atau setoran pada Kas Negara dalam bentuk pajak, dividen, dan PNBP sampai dengan bulan Oktober 2020 sejumlah Rp104 Triliun. 

Prestasi atau kinerja keuangan yang luar biasa ini tidak mungkin dapat dicapai tanpa dukungan jajaran atau organisasi Pertamina yang solid serta tentu tidak nihil atas kritikan dari publik. Tidak itu saja, Pertamina pun mampu menjawab keraguan pemangku kepentingan (stakeholders) atas defisit migas yang terus menerus dialami sejak 20 tahun terakhir. BUMN Pertamina berhasil melaksanakan proyek strategis nasional, antara lain pengembangan kilang yang telah beroperasi (existing) di Balikpapan, Balongan, Cilacap, dan Dumai, pembangunan kilang baru di Tuban, industri petrokimia Balongan dan TPPI, proyek Gas Processing Facility, Jambaran Tiung Biru, serta pembangunan tangki penyimpanan BBM dan LPG. Seluruh proyek strategis nasional maupun proyek operasional hulu sampai hilir BUMN Pertamina itu telaj menyerap ribuan tenaga kerja. 

Lebih jauh dari itu, proyek-proyek tersebut dilaksanakan dengan mematuhi protokol covidn19 dan prinsip HSSE yang tinggi serta mengajak kerjasama atau sinergi unsur Pemerintah, BUMN, dan korporasi swasta. Pelaksanaan proyek tersebut juga mematuhi ketentuan penggunaan produk dan jasa dalam negeri atau TKDN yang berhasil dijalankan dengan terus meningkat hingga 3 (tiga) tahun terakhir hampir mencapai 45 persen. Capaian ini menunjukkan, bahwa Direktur Utama Pertamina tidak saja menjadi pimpinan dalam sebuah BUMN besar, tapi juga telah menjadi Ibu Energi yang luar biasa bagi daya tahan kehidupan BUMN, karyawan dan perjalanan pembangunan sektor energi (bahkan semua sektor) bangsa dan negara. Selamat untuk Pertamina dan jajarannya serta Selamat Hari Ibu buat para Ibu lainnya yang telah mengabdikan dirinya tak hanya untuk keluarga.



#Pertamina

Komentar Anda
Komentar