Hello,

Reader

Makna Hari Ibu dan Peranan Ibu dalam Kehidupan Sekarang
Hj. Meridian Ramadir, ST, MCP, Wasekjen Bid Orpem Partai Bulan Bintang (PBB)
Makna Hari Ibu dan Peranan Ibu dalam Kehidupan Sekarang

Oleh: Hj. Meridian Ramadir, ST, MCP

Awalnya Makna sejarah dari Hari Ibu merupakan apresiasi terhadap negara, pergerakan, dan perjuangan perempuan demi mencapai suatu kemerdekaan. Sekarang, makna hari ibu suatu bentuk apresiasi negara terhadap perjuangan seorang ibu dalam sebuah keluarga. Bagaimana kita menghargai peran seorang ibu dalam sebuah keluarga, memantau perkembangan anak-anaknya, sekaligus sebagai seorang istri, maupun dalam perannya di lingkungan sosial kemasyarakatan.

Kekuatan ibu untuk mengabdikan dirinya untuk kepentingan sebuah keluarga memiliki makna tersendiri bagi saya. Peran seorang ibu dalam keluarga sangat penting. Dimana ibu merupakan pendidikan pertama yang diperoleh oleh anak-anaknya, sebagai co pilot suaminya. Ibu yang kuat dan ibu yang cerdas InshaAllah akan menjadikan keluarga yang berkualitas. 

Sebagai seorang perempuan yang dilahirkan oleh seorang ibu dan sekarang telah menjadi seorang ibu dari 4 orang anak, saya rasa tidaklah mudah, dan bahkan jika saya harus becermin dengan ibu-ibu lain khususnya ibu saya sendiri saya merasa kecil dan merasa apa yang saya perbuat masih jauh dari sempurna.

Ibuku pernah berkata, “Untuk menjadi seorang ibu dan seorang Istri tidaklah mudah, kadang kita harus mengenyampingkan ego kita keinginan dan kepentingan kita dibawah anggota keluarga lainnya, tapi itu lah ibu, yang harus siap berkorban demi menjadikan anak-anaknya yang merupakan titipan Allah SWT sebagai manusia soleh dan solehah yang kuat dan cerdas di kemudian hari dan menjaga keutuhan rumah tangganya”.

Saya percaya ibu-ibu Indonesia merupakan ibu-ibu yang tangguh, kuat dan cerdas. Dan saya percaya ibu-ibu Indonesia mampu mengikuti dan beradaptasi dengan kemajuan jaman, kerena saya yakin mereka menginginkan yang terbaik untuk keluarga dan lingkungannya. 

Pesanku kepada ibu-ibu Indonesia jangan pernah menyerah, kerena kerja keras yang kita jalankan saat ini pada akhirnya akan kita nikmati di kemudian hari.

Dan kepada ibu-ibu yang menjadi “single Mom atau single parent” bukan sesuatu yang buruk. Kita tidak boleh memberikan penilaian negative kepada mereka. 
Mengapa ? Karena kita tidak pernah tau apa yang menyebabkan seorang ibu harus menjadi “single parent”.

Untuk seorang ibu yang “single parent” memiliki peran ganda yaitu harus membesarkan anak-anak tanpa pendamping dan sekaligus sebagai seorang ayah mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Saya merasa itu adalah hal yang luar biasa dan bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan bagi setiap perempuan. Karena untuk menjadi “single parent” seorang perempuan harus memiliki kekuatan yang luar biasa. Dimana mereka harus memiliki energi yang lebih, perhatian yang lebih, serta cinta yang lebih untuk anak-anaknya, dan jika saya berada di posisi mereka mungkin saya tidak tahu, apakah saya mampu seperti mereka. 
Penghargaan saya yang setinggi tingginya kepada para ibu khususnya kepada mereka yang membesarkan anak-anaknya dan menafkahi keluarga seorang diri. “You rocks, Moms”.

Beberapa tahun yang lalu sempat viral tentang lebih hebat mana antara wanita karir dengan ibu rumah tangga? Menurut saya ini merupakan satu pertanyaan yang tidak layak dan tidak semestinya dikeluarkan. 

Untuk berkarir atau menjadi ibu rumah tangga penuh, semua itu merupakan pilihan individu seorang ibu. Pilihan yang mereka ambil sebagai wanita karir atau sebagai ibu rumah tangga tentunya didasari oleh beberapa faktor baik dari diri sendiri, pendamping, keluarga, ekonomi serta faktor lainnya. Ibu tetaplah Ibu yang akan sekuat tenaga mereka memberikan yang tebaik untuk keluarganya. Saya yakin seorang wanita karir memiliki keinginan waktu yang lebih banyak untuk keluarganya dan begitu pula sebaliknya seorang ibu rumah tangga penuh menginginkan mereka memiliki kehidupan diluar selain keluarganya serta memiliki karir untuk memiliki pendapatan sendiri agar tidak bergantung pada suaminya. Hal ini akan terus menjadi polemik kerena manusia memiliki sifat ketidakpuasan. 

Saya yakin dengan kemajuan teknologi yang ada untuk menjadi wanita karir atau pun menjadi ibu rumah tangga yang baik di jaman sekarang akan menghilangkan opini-opini yang tidak baik dan justru dapat meningkatkan kualitas seorang perempuan untuk menjadi seorang ibu yang lebih baik lagi menjadi seorang ibu yang berkualiatas apapun itu pekerjaannya.

Untuk semua Ibu di Indonesia., “kita” merupakan mahluk yang kuat, jangan biarkan hal hal yang buruk menghentikan langkah kita menuju Ridho Allah SWT dan menjadi penghalang berbuat yang terbaik untuk keluarga kita, “Selamat Hari Ibu”

*) Wasekjen Bid Orpem Partai Bulan Bintang (PBB)



#PBB

Komentar Anda
Komentar