Ini Kata Kimia Farma Soal Penggunaan Alat Rapid Tes Bekas Pakai di Bandara Kualanamu
Petugas memasang police line di pintu laboratorium di Bandara Kualanamu. (ist)
Ini Kata Kimia Farma Soal Penggunaan Alat Rapid Tes Bekas Pakai di Bandara Kualanamu

JAKARTA - PT Kimia Farma Diagnostika membuat pernyataan atas penggerebekan layanannya  rapid test antigen deteksi dini Covid-19 di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Aidil Fadhilah Bulqini mengakui pegawai layanan rapid test digerebek polisi karena diduga menggunakan peralatan bekas pakai. Disebutkan tindakan itu salah dan di luar prosedur yang ditetapkan perusahaan.

"Dugaan penggunaan secara berulang alat satu kali pakai adalah murni inisiatif oknum karyawan PT Kimia Farma Diagnostika," ujarnya dalam jumpa pers, Rabu (28/3/ 2021). "Kami punya SOP yang tidak mentolerir penggunaan alat medis ini secara berulang. SOP penting dalam memberikan pelayanan kepada pasien." 

Menurutnya, rapid test kit itu juga disesuaikan hasil antara rapid test antigen maupun PCR/swab. PT Kimia Farma Diagnostika telah menguji komparasi terhadap sampel alat rapid test dan dinyatakan lulus uji komparasi di laboratorium. 

Disebutkannya, ada tujuh knum pegawai yang ditangkap polisi. Mereka terdiri dari satu Kepala Layanan merangkap Manajer Bisnis, lima pegawai laboratorium Kimia Farma Medan kartini, dan satu office boy. 

Ia menegaskan menyerahkan proses hukum kepada polisi. (yp)



#Rapidtes #bandarakualanamu #covid-19