Hello,

Reader

Laporkan Juga Kerumunan di NTT, Salah Alamat Laporkan Anies Soal Kerumunan di Pasar Tanah Abang
Laporkan Juga Kerumunan di NTT, Salah Alamat Laporkan Anies Soal Kerumunan di Pasar Tanah Abang

Jakarta, HanTer - Gubernur Anies Baswedan diserang berbagai kritik, menyusul terjadinya kerumunan di Pasar Tanah Abang. Bahkan ada yang mau melaporkan mantan Menteri Pendidikan itu ke Polisi. Namun, sejumlah pihak justru membela Anies. Sejumlah pihak menyebut kritik dan melaporkan mantan Menteri Pendidikan tersebut salah alamat dan kurang kerjaan.

“Melaporkan Anies karena ada kerumunan di Pasar Tanah Abang adalah kurang kerjaan. Karena kerumunan di Pasar Tanah Abang tidak ada kaitannya dengan Anies. Sehingga tindakan melaporkan Anies sangat tidak jelas. Bagaimana soal kerumunan yang dilakukan oleh Jokowi yang di NTT? Apakah mau dilaporkan juga," ujar Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), relawan pendukung Jokowi, Adi Kurniawankepada Harian Terbit, Selasa(4/5/2021).

Sebaiknya, kata Adi, pelaporAnies  fokus saja bantu-bantu Pemprov DKI dalam mengatasi situasi pandemi Covid-19 yang gak kunjung selesai ini. Tidak perlu cari-cari kesalahan orang hanya untuk cari panggung.

“Kalaupun ingin melaporkan Anies, sambung Adi, laporkan juga Jokowi terkait kerumunan tersebut. Karena semua akarnya itu ada di Jokowi sebagai puncak pimpinan. Lagi pula masyarakat yang berbondong-bondong berbelanja itu bagus untuk menggerakkan ekonomi meski hal tersebut bertentangan dengan protokol kesehatan,” paparnya.

Hal senada disampaikan politikus Demokrat Cipta Panca Laksana. “Asal bacot aja. Kalau mau adil sekalian tuh kritik kerumunan presiden di NTT. Memercik air di dulang, terpercik muka sendiri,” kata Panca di akun Twitter-nya @panca66. 

Panca mengatakan seperti itu menanggapi pernyataan anggota Komisi IX DPR fraksi PDIP, Rahmad Handoyo yang mengkritik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangani kerumunan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dia menilai Pemprov DKI tak siap dengan kerumunan Tanah Abang.
“Aparat pemerintah di daerah tidak siap terhadap antisipasi gejolak membludaknya Pasar Tanah Abang,” ujarnya dilansir gelora.co.

Laporkan Menkeu

Dukungan kepada Anies juga disampaikan Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma. “Kok Anies yang disalahkan? Yang mau laporin kurang kerjaan kali ya,” Jawab Lieus saat ditanya wartawan tentang kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang beberapa hari terakhir jelang Lebaran Idul Fitri.

Menurut Lieus, kalaupun mau dicari-cari siapa yang salah dan harus dilaporkan ke polisi, seharusnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang dilaporkan. Pasalnya dia yang mengajak masyarakat agar berbelanja baju baru dan bingkisan Lebaran untuk menggerakkan ekonomi,.

Sebelumnya Sri Mulyani mengajak masyarakat baju lebaran untuk mendorong konsumsi rumahtangga sehingga mampu mendongkrak ekonomi.

Jadi, kata Lieus, kalau mau dipersoalkan, maka ajakan berbelanja dari Menkeu Sri Mulyani di tengah pandemic covid inilah yang harusnya dilaporkan.

“Kesannya kok jadi tidak gentelemen. Cuma ingin cari-cari kesalahan Anies doang. Bahwa Anies gubernur Jakarta itu benar. Tapi kerumunan toh terjadi dimana-mana. Kenapa kemarin waktu ada kerumunan saat perkawinan anak artis tidak dilaporkan?” Tanya Lieus.

Lagian, tambah Lieus, Gubernur Anies Baswedan sudah mengambil langkah untuk memberlakukan pengetatan pengendalian pengunjung Tanah Abang terhitung sejak Minggu (2/5/2021).

Oleh karena itu, Lieus meminta pihak-pihak yang terus mencari-cari kesalahan Anies, untuk segera berhenti mencari-cari kesalahan Gubernur DKI Jakarta itu.“Sudahlah, lebih baik kita membangun sinergi dan bekerjasama saling bahu membahu demi pembangunan kota Jakarta tercinta,” tegasnya. 

Diantisipasi

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi segala kemungkinan terkait 
potensi kenaikan laju kasus aktif COVID-19 baik menjelang maupun setelah lebaran.

Hal ini diupayakan dengan mempersiapkan berbagai hal, seperti pengendalian jumlah pengunjung di berbagai pasar di Jakarta, mengawasi area perkantoran serta memastikan kegiatan peribadatan selama Ramadjan hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri sesuai protokol kesehatan.

"Kami mempertimbangkan untuk mengizinkan pelaksanaan Shalat Id di area terbuka, karena mudah untuk mengatur jaraknya. Regulasinya nanti sesuai dengan arahan Surat Edaran Sekda DKI," ujar Anies di Jakarta, Senin.

"Jika kondisinya memungkinkan, semoga kita bisa istiqomah menjaga protokol kesehatan agar ikhtiar kita ini bisa berjalan dengan lancar," katanya. 



#GubernurDKI #AniesBaswedan #pasar #tanahabang

Komentar Anda
Komentar