Diprediksi Tiga Koalisi Terbentuk di Pilpres 2024, PKS Cari Teman Koalisi
Diprediksi Tiga Koalisi Terbentuk di Pilpres 2024, PKS Cari Teman Koalisi

Jakarta, HanTer - Fenomena safari politik kerap nampak akhir-akhir ini. Bahkan, berbagai pertemuan yang sempat terselengara tersebut banyak dimaknai sebagai penjajakan koalisi menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

 

Terkait hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio melihat belum adanya penjajakan koalisi yang jelas melalui berbagai pertemuan itu. Menurutnya, kunjungan yang terjadi masih terlihat sebagai ajang silaturahmi.

 

"Kalau khusus PKS mereka kan tujuannya memperkenalkan kepengurusan baru, silaturahim kepada partai-partai yang lain," kata Hendri di Jakarta, Senin (3/5/2021).

 

Belum Jelas

 

Menurut Hendri, koalisi yang terbentuk pada hari ini tidak bisa menggambarkan koalisi yang akan terjadi di 2024 mendatang. "Koalisi yang terjadi hari ini tidak akan bisa menggambarkan koalisi di 2024," katanya.

 

Sehingga, lanjut Hendri, semua parpol baik yang menjadi pendukung pemerintah maupun di luar pemerintahan bebas memilih kawan koalisinya di 2024 mendatang.

 

"Misalnya, tiga partai besar, PDIP, Gerindra dan Golkar itu saya rasa bebas juga memilih parpol yang akan dijadikan koalisi mana aja. Sementara partai-partai seperti Demokrat, PKS, menurut saya masih banyak opsi kira-kira akan seperti apa," ujarnya.

 

Namun, Hendri memprediksi jumlah koalisi yang akan terbentuk di 2024 mendatang maksimal hanya 3 poros. "Tapi menurut saya koalisi yang akan terjadi paling banyak tiga koalisi," ujar Hendri.

 

Kemudian, sambung dia, koalisi parpol ini bentuknya masih sama seperti pilpres di tahun sebelumnya. Dan sangat berkaitan erat dengan siapa yang akan menjadi calon kuat di Pilpres 2024 mendatang.

 

Selain itu, Hendri melihat, koalisi parpol Islam yang digagas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tampaknya akan sulit direalisasi. "Tapi kelihatannya poros partai Islam yang digagas PPP nggak terlalu jalan ya," ujarnya.

 

Cari Teman Koalisi

 

Disisi lain, Pengamat Politik Universitas Islam Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin, menilai gelaran safari politik yang sempat dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengantisipasi segala kemungkinan di Pilpres 2024. Mengingat, posisinya di luar pemerintahan saat ini.

 

"PKS ingin memastikan mereka diterima semua partai politik pada saat penjajakan koalisi pilpres mendatang. PKS paham di 2024 nanti tidak ada inkumben. PKS ingin diterima oleh semua partai politik yang ada," kata Ujang di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

 

Ujang mengatakan, benih-benih koalisi itu dapat disemai dengan menanam silaturahmi sejak dini. Perkara berkoalisi atau tidaknya, itu urusan belakangan. "Yang penting pendekatan dulu dengan partai-partai lain," terang Ujang.

 

Diketahui sebelumnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu sempat menggelar safari politik sejak pertengahan April 2021. Pimpinan baru PKS ini sudah bertemu dengan pimpinan enam partai politik yang ada di parlemen.

 

Wakil Sekretaris Jenderal PKS Ahmad Fathul Bari sebelumnya mengatakan partainya memang menjadwalkan kunjungan ke berbagai partai politik dan organisasi masyarakat. Ia menyebut safari itu dalam rangka perkenalan kepengurusan baru PKS di bawah kepemimpinan Ahmad Syaikhu.

 

"Tapi dengan siapa dan kapan waktunya menyesuaikan keluangan dan kesesuaian waktu masing-masing," kata Fathul beberapa waktu lalu.



#Pemilu #parpol