Kuartal I-2021, Realisasi Penyaluran Dana Bergulir LPDB Capai Rp553 Miliar
Dirut LPDB-KUMKM, Supomo bersama jajaran Direksi saat meninjau pedagang kaki lima (PKL) yang terlibat dalam kegiatan Berkah Ramadan. (Ist)
Kuartal I-2021, Realisasi Penyaluran Dana Bergulir LPDB Capai Rp553 Miliar

Jakarta, HanTer – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) telah menyalurkan dana bergulir  Rp553 miliar pada kuartal I-2021, dengan target sepanjang 2021 Rp1,6 miliar.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo mengatakan, dana bergulir  sebesar Rp553 miliar yang tersalur pada kuartal I-2021 itu terdiri dari pinjaman konvensional sebesar Rp 252 miliar dan pembiayaan syariah sebesar Rp 301 miliar.

Jika ditotal sejak awal penyaluran di tahun 2008 hingga akhir April 2021 ini, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp12,9 triliun, yang terbagi menjadi dua skema penyaluran yakni pola konvensional sebesar Rp10 triliun, dan dengan pola syariah sebesar Rp2,9 triliun.

“Sesuai amanat Menteri Koperasi dan UKM Bapak Teten Masduki, sejak dua tahun terakhir LPDB-KUMKM fokus menyalurkan pinjaman/pembiayaan ke koperasi. Koperasi dan UMKM sejak dulu menjadi sokoguru perekonomian nasional, sehingga merupakan pondasi kuat dalam bertahan menghadapi segala krisis,” kata Dirut LPDB-KUMKM, Supomo, dalam acara Berkah Ramadan Bersama LPDB-KUMKM di Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Selain itu, melalui Permenkop 04 Tahun 2020, LPDB-KUMKM diberikan amanat bukan hanya menyalurkan dana bergulir saja, namun melakukan pendampingan kepada calon mitra atau mitra yang sudah existing. Untuk melakukan pendampingan, di tahun 2021 ini LPDB- KUMKM telah memilih 8 Inkubator Wirausaha.

Di antaranya, Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW) Jawa Timur, Inkubator Bisnis LPPM Universitas Udayana Bali, Siger Innovation Hub Lampung, Pusat Inkubator Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Cubic Inkubator Bisnis Jawa Barat, Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga Jawa Timur, Pusat Inkubator Bisnis-Oorange Universitas Padjajaran Jawa Barat, dan Pusat Pengembangan Inovasi dan Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Tanjungpura Kalimantan Barat.

Program ini bertujuan untuk memitigasi dampak pandemi Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Dengan menginkubasi pelaku usaha khususnya Koperasi dan UMKM,  LPDB-KUMKM diharapkan dapat mendorong peningkatan kewirausahaan hingga mampu berkontribusi dalam perekonomian Indonesia di masa kini dan masa yang akan datang.

Dalam kegiatan Berkah Ramadan itu, LPDB-KUMKM melibatkan para pedagang kaki lima (PKL) dengan dihadiri oleh Direksi dan karyawan LPDB-KUMKM. Selain memperat tali silahturahmi, juga bertujuan untuk membantu para UMKM di lingkungan sekitar LPDB-KUMKM.

Supomo mengatakan, pandemi Covid-19 memukul banyak sektor industri. Bukan hanya industri besar yang terdampak, namun juga usaha skala menengah, mikro, dan kecil. Terkait hal ini, LPDB-KUMKM hadir dan mengupayakan semaksimal mungkin agar pelaku usaha khususnya UMKM dapat mampu bertahan melewati masa-masa sulit akibat pandemi Covid-19.

“Dengan melibatkan pedagang-pedagang kecil dan PKL, serta membeli produk-produk mereka, merupakan langkah kami dalam membantu UMKM. Terlebih LPDB-KUMKM merupakan satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM, dimana tugas dan peranannya sangat diperlukan dalam meningkatkan perekonomian nasional,” kata Supomo.



#lpdb #kumkm #kemenkop