Puasa Menyehatkan Kejiwaan
Puasa Menyehatkan Kejiwaan

PERINTAH menjalankan ibadah seperti sholat dan berpuasa bagi umat Islam adalah pengendalian diri  sebagai salah satu komponen utama mewujudkan  kehidupan jiwa yang sehat.

Kemampuan mengendalikan diri itu mengindikasikan sehat atau tidaknya kehidupan ruhaniah seseorang. Orang yang sehat secara kejiwaan memiliki tingkat kemampuan pengendalian diri yang baik, sehingga terhindar dari berbagai gangguan kejiwaan.

Kurang makan bukan sebagai penyebab utama munculnya penyakit pada seseorang, sebaliknya banyak makan apalagi makan yang tidak baik dan tidak halal sesuai syariat Islam menyebabkan timbulnya banyak penyakit.

Kasus perselingkuhan, prostitusi, pelecean seksual, korupsi, penipuan banyak disebabkan karena tidak mampunya mengendalikan diri sehingga  berimbas terjadinya krisis  kepribadian dan krisis rumah tangga..

Rasulullah bersabda: “Puasa itu bukanlah sekedar menahan diri dari makan dan minum. Akan tetapi sesungguhnya puasa itu adalah mencegah diri dari segala perbuatan yang sia-sia serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang kotor dan keji.” (H R Buhari). Puasa tidak hanya menahan diri dari dorongan nafsu makan dan minum serta syahwat saja namun  pikiran dan hati juga dalam kendali puasa.

Berpuasa tidak lain sebagai latihan pengendalian diri untuk  memiliki jiwa yang sehat serta meningkatkan keimanan dan taqwa agar terhindar dari perbuatan  sia-sia, tidak melanggar norma kehidupan sosial yang baik.

Puasa juga membantu meredakan stres karena  saat berpuasa orang cenderung melakukan pengaturan makan dengan lebih baik. Asupan makanan yang diatur turut memengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur. Dengan kemampuan berpikir yang baik maka emosi lebih terkendali dan menekan stres. 

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)



#renunganterbit