Hewan Juga Puasa
Hewan Juga Puasa

IBADAH puasa Ramadan tahun ini sudah berada di ujung. Semua

berharap ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan suci ini diterima Allah. Betapa indahnya manakala puasa kita dengan hasil yang membekaskan amal keabaikan yang indah dan bermakna bagaikan indahnya kupu-kupu beraneka ragam warna dan corak yang terbang ria.

Ada beberapa jenis hewan makhluk ciptaan Allah yang pada saat-saat tertentu juga berpuasa seperti ayam betina, ular, kukang atau malu-malu dan lainya, namun tentunya puasa hewan tidak sama dengan prosesi puasanya pada manusia tapi ada kesamaan maknanya yakni menahan sesuatu.

Ular Sanca berukuran besar biasanya setelah melahap mangsanya misalnya kambing akan istirahat beberapa waktu lamanya, tidak pergi jauh, tidak makan minum, tidur pulas karena kekenyangan. Saat seperti itulah ular berpuasa. Pada saatnya setelah puasanya selesai maka kulit lamanya yang kusam mengelupas berganti dengan kulit yang baru mengkilat. 

Tapi apakah puasanya ular kemudian merubaah cara hidupnya menjadi pemakan tumbuh-tumbuhan, tentu tidak. Bahkan menurut penelitian semakin tua atau semakin sering ular berganti kulit akan menjadi pemangsa yang semakin buas.

Ayam betina juga berpuasa. Suatu saat ayam betina bertelur kemudian mengerami telurnya selama sekitar tiga pekan. Saat mengerami telurnya itulah ayam berpuasa tidak makan atau minum tidak keluar meninggalkan eramannya. Dari sekian banyak telur yang dieraminya ada beberapa diataranya yang tidak menetas menjadi telur busuk.Tapi banyak pulayang menetas jadi anak-anak ayam setelah melalui proses berpuasa  mengerami telornya.

Demikian pulalah puasa kita ada yang membekas memberikan makna yang indah namun ada juga yang mungkin tidak bermakna. Ada yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, tidak bertambah ketaqwaannya, tidak meningkat ibadahnya. Tapi ada juga tentunya puasanya manusia berhasil menjadi orang-orang yang bertaqwa,  menjadi lebih baik, menjadi lebih bersabar, rajin, disiplin, sehat, taat menjalani ibadahnya lebih baik dari yang sebelumnya. Semuanya hanya Allah yang Maha Tahu. 

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)



#renunganterbit