Tengku Zulkarnain Seniman yang Menjadi Dai Kritis
Tengku Zulkarnain Seniman yang Menjadi Dai Kritis

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menilai Tengku Zulkarnain merupakan sosok seorang ulama yang cerdas, kritis, dan mempunyai visi kebudayaan.

 

"Beliau sendiri berawal seorang seniman, kemudian merasa terpanggil menjadi dai. Kalau tidak salah, beliau itu pernah menang bintang radio, kemudian terpanggil untuk menjadi dai," kata Fadli kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.

 

Fadli menceritakan pertama kali mengenal Tengku Zulkarnain pada tahun 1996 ketika yang bersangkutan baru memulai menjadi seorang dai.

 

Ia mengenal Tengku Zulkarnain merupakan pribadi yang hangat dan berani menyampaikan sesuatu apa adanya, termasuk kritikan.

 

"Saya pernah merekam perjalanan beliau dalam YouTube Channel saya saat 6 bulan lalu di Fadli Zon Official. Waktu itu saya minta beliau nyanyi, saya kasih gitar, langsung dia nyanyi, suaranya sangat bagus," ujarnya.

 

Fadli mengenang sosok Tengku Zulkarnain sebagai seorang yang sangat mencintai tanah air dan sangat nasionalis.

 

Orang Baik

 

Sekretaris Jenderal Majeli Ulama Indonesia (MUI)  Dr Amirsyah Tambunan, MA menyatakan bahwa almarhum ustadz Tengku Zulkarnain, mantan Sekjen MUI masa bakti 2015-2020, merupakan pribadi yang tegas serta lugas dalam menjalankan dakwah.

 

Atas wafatnya almarhum, MUI menyampaikan bela sungkawa. "Beliau orang baik, tegas dan lugas dalam menjalankan misi dakwah amar ma’ruf nahi munkar," kata Amirsyah dalam keterangan di Jakarta, Senin malam.

 

Menurut dia, dilansir Antara, semasa menjadi Wakil Sekjen MUI, ustadz Tengku Zulkarnain aktif memberikan kritik dan masukan untuk MUI, semata-mata demi membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

 

Bahkan di tengah kesibukannya berdakwah keliling Indonesia, Tengku berusaha menyempatkan hadir dalam Rapat Pimpinan Harian MUI setiap Selasa. Kehadiran Tengku dalam rapat pimpinan harian, kerap menghadirkan suasana yang hidup sehingga rapat tidak berlangsung monoton.

 

Sementara di media sosial khususnya Twitter, Tengku dikenal sebagai tokoh agama yang paling banyak mendapat hujatan dari warganet karena dianggap kontroversial.

 

Kendati begitu, kata Amirsyah, Tengku sama sekali tak pernah melaporkan orang yang mencacinya ke kepolisian lewat UU Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tengku bahkan kerap membalas caci makian itu dengan candaan.

 

Sebelumnya, Tengku Zulkarnain meninggal dunia saat dalam perawatan COVID-19 di RS Tabrani di Kota Pekanbaru, Riau pada Senin petang.

 

Direktur Corporate Communication RS Tabrani, Ian Machyar, membenarkan bahwa ustadz Zulkarnain meninggal dunia karena terpapar COVID-19.

 

"Benar, ustadz (Zulkarnain) sudah meninggal dunia. Baru saja satu menit setelah selesai adzan maghrib," ujar Ian Machyar kepada wartawan di Pekanbaru, Riau.



#Tengkuzulkarnain #ulama