Pemprov DKI Gunakan Aplikasi Untuk Kendalikan Arus Balik Lebaran
Pemprov DKI Gunakan Aplikasi Untuk Kendalikan Arus Balik Lebaran

Jakarta, HanTer - Dalam rangka pengendalian dan pendataan warga yang melakukan arus balik mudik lebaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat aplikasi yang bernama aplikasi Data Warga. Tercatat, sudah puluhan ribu masyarakat yang telah terdaftar aktif sebagai user di aplikasi tersebut.

 

"Aplikasi ini bernama aplikasi data warga. Didalam aplikasi tersebut ada kanal pendataan arus mudik bagi warga jakarta. Aplikasi ini juga sudah familiar dimasyarakat terutama RT dan RW yang biasa digunakan untuk melakukan pendataan warga non permanen, namun saat ini ditambahkan ada kanal pendataan  warga arus balik mudik," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Budi Awaluddin, kepada Harian Terbit di Jakarta, Sabtu (16/5/2021).

 

Selain itu, ia menerangkan bahwasanya dalam pendataan arus balik mudik ini juga ditambahkan kolom swab anti gen/PCR.

 

"Jadi didalam aplikasi tersebut, masyarakat yang mudik juga dimintakan hasil swab anti gen/PCR. Jika memang reaktif atau positif akan di tindaklanjut (TL, red) oleh puskesmas untuk dilakukan isolasi mandiri," terangnya.

 

Budi mengatakan, saat ini tercatat sudah 29.600 user yang aktif dan terdaftar di aplikasi Data Warga tersebut. Ia sekaligus mengimbau, bagi yang belum melakukan registrasi bisa mendaftar di aplikasi tersebut untuk mendapatkan passwordnya.

 

"Sedangkan username nya adalah NIK mereka masing-masing," ujar dia.

 

Ia berharap, arus balik ke Jakarta dapat terkendali seiring dengan hadirnya aplikasi Data Warga. Serta, penyebaran Covid-19 bisa diantisipasi.

 

Sebelumnya diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengatakan bahwasanya para ketua RT dan ketua RW akan dibekali aplikasi khusus untuk memantau warganya yang balik mudik Lebaran tahun ini. Termasuk memantau pendatang di wilayahnya masing-masing.

 

"Nanti kita akan ada aplikasi khusus yang digunakan oleh para ketua RT, ketua RW untuk mereka melakukan pelaporan 2 kali sehari atas kondisi di wilayahnya," ujar Anies di Balai Kota, Jumat (14/5/2021).

 

Anies ingin memastikan bahwa koordinasi dari mulai jenjang tingkat provinsi sampai dengan RT/RW berjalan sinkron dalam memantau arus balik pemudik usai Lebaran.

 

"Karena itu nanti akan ada pertemuan khusus dengan melibatkan seluruh ketua RT dan RW. Kemudian camat, lurah, babinsa, babinkatimbnas, untuk bisa bekerja secara sinkron sampai ke bawah," tandasnya.

 

Keterlibatan semua lini diperlukan untuk mencegah terjadinya peristiwa seperti awal bulan Desember. Dimana usai libur panjang, kasus Covid-19 di Jakarta kembali melonjak.

 

"Saat ini di Jakarta secara umum situasinya termasuk yang paling rendah. Misalnya di Wisma Atlet itu sekitar 20%, kemudian tingkat isolasi kita antara 24-28% occupancy rationya. Itu artinya termasuk yang rendah selama 1 tahun ini. Kita tidak berharap itu mengalamj lonjakan di pekan-pekan depan, kita antisipasi," tukasnya.

 

Menurut Anies, akan dilakukan dua langkah pengetatan pemantauan pergerakan penduduk yang masuk Jakarta.

 

"Pertama adalah melakukan screening (penyaringan) di pintu-pintu masuk menuju Jakarta, Jabodetabek. Untuk kendaraan pribadi nanti akan dilakukan skrining random bagi mereka yang masuk," sebut Anies.

 

Kedua, pengecekan Covid-19 terhadap warga yang menggunakan kendaraan umum darat, laut, dan udara.

 

"Kendaraan umum, udara laut, kereta api memang sudah dilakukan random screening antigen sebelum berangkat, sehingga kami bisa deteksi secara lebih baik jika ada warga yang masuk kawasan Jakarta dan bergejala dan berpotensi bawa Covid-19," beber Anies.



#Mudik #lebaran #covid