Tingginya Covid-19 di Kolombia bikin Walikota Bogota Speechless
Ilustrasi/foto: pixabay
Tingginya Covid-19 di Kolombia bikin Walikota Bogota Speechless

JAKARTA - Selain India, Kolombia juga menjadi negara yang kini berada di ambang kolaps. Rumah sakit  tidak lagi mampu menampung pasien Covid1-19 yang kritis karena tingkat keterisian ruang ICU sudah 94 persen.

Bahkan Wali Kota Bogota Claudia Lopez melalui akun twitternya mengaku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia memohon warganya bersama-sama mengatasi masalah tersebut. 

"7.742 kasus baru Covid dilaporkan hari ini di Bogotá dan 131 kematian. Laporan kasus tertinggi kedua dalam sehari dan kematian tertinggi sejak pandemi dimulai. Dan kami berada pada 94 persen hunian ICU. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, peringatkan, mohon," ujar Claudia dikutip Minggu (16/5/2021) 

Sejak Jumat 14 Mei 2021, angka kematian akibat Covid-19 di Kolombia mencapai 80 ribu orang. Ini terjadi   bukan hanya di Ibu Kota, Bogota, tetapi kota-kota besar lain dengan ruang unit perawatan intensif hampir penuh.

Hal itu tampaknya belum akan berakhir karena selama berminggu-minggu gelombang protes anti-pemerintah yang menentang reformasi pajak terus berlanjut mengakibatkan terciptanya kerumunan sehingga memudahkan penularan Covid-19

Bahkan Claudia Lopez sangat khawatir fenomena itu akan berubah menjadi gelombang ketiga pandemi yang semakin membenamkan Kolombia ke jurang kehancuran.

Demonstranstasi  telah terjadi di seluruh Kolombia sejak 28 April, saat angka kematian harian nasional mencapai rekor 505 orang. Angka kematian rata-rata berkisar sekitar 470 per hari.

Reuters menyebut dengan pertambahan tersebut, pada hari Jumat jumlah korban meninggal kumulatif mencapai 80.250 orang. (*/yp)



#Covid-19