Konyol Membenturkan Al Quran dengan Pancasila
Legisan Samtafsir/ ist
Konyol Membenturkan Al Quran dengan Pancasila

Oleh) Legisan S Samtafsir 

Mengapa harus membenturkan Al Quran dengan Pancasila? Menjengkelkan sekali.!! Saya kira, jika itu bukan sebuah rekayasa utk melemahkan Islam di negeri ini, pastilah itu perbuatannya orang-orang yang tidak tercerahkan mengenai situasi politik dan global politik saat ini, atau orang-orang oportunis yang bertindak hanya untuk perut, harta, jabatan dan kekayaan dirinya.

Tapi faktanya, mainstream pemikiran dan kebijakan publik 5 tahun terakhir memang mengarah pada penyingkiran Islam dari panggung politik. Semua case persekusi ulama, tuduhan terorisme, intoleransi beragama, pembubaran HTI dan FPI, pelemahan partai-partai Islam dan lainnya, mengarah pada tujuan menyingkirkan Islam dari geliat politik (dan tentu saja ekonomi), dan mengembalikannya ke ruang-ruang musholla untuk ketenteraman pribadi. 

Sepertinya Islam Nusantara akan menjadi cara halus untuk menggeser mainstream elan vital (api Islam) Islam, yaitu Islam yang berkemajuan dan berkeadilan, menjadi Islam yg tenteram dan nrimo; dari Islam yg universal dan mondial menjadi Islam yg mempribumi, dan dari Islamisasi pribumi menjadi pribumisasi Islam.

Penggeseran mainstream pemikiran dan kebijakan publik itu berlangsung sangat halus, sehingga kelak akan tampak bahwa menjadi Muslim sejati akan bertentangan dengan nasionalis sejati, mempedomani Quran dengan baik akan bertentangan dengan mempedomani Pancasila.  Dan upaya penggeseran mainstream itu telah berlangsung sangat massive, terstruktur dan sekarang sudah dalam kadar yang memaksakan, melalui jalur kebijakan institusional (sebutlah yang vulgar adalah TWK). 

Bagi Indonesia, sesungguhnya penggeseran mainstream seperti itu sangat membahayakan dan mengancam keutuhan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan sebagai NKRI. Mainstream itu akan mendorong gesekan dan benturan sosial. 

Bagi Muslim, membenturkan Al Quran dengan Pancasila adalah konyol, karena semua butir-butir Pancasila adalah sejiwa dengan prinsip2 Quran. Dan bahwa penyusunan Pancasila yang ditetapkan tgl 18 Agustus 1945 itu adalah buah karya para ulama Muslim, karena kecintaan dan kesadaran kebangsaan mereka. Dan sangat jelas, menjadi Muslim sejati adalah sama artinya dengan menjadi nasionalis sejati. Mengapa.. ? Karena Pancasila itu sejiwa dengan Maqashid as Syariah, sejiwa dengan Rukun Taqwa, dan sejiwa pula dengan titah Allah dalam surat Al Balad. Semua sila Pancasila adalah senafas dengan prinsip-prinsip Islam dalam mengelola pemerintahan (khilafah). 

Oleh karena itu, Umat Islam harus sangat-sangat sadar akan ancaman itu. Dan karena itu pula, Umat Islam harus membangun arus banding, melawan mainstream itu, bahwa Islam harus kuat di Indonesia dalam semua aspek. Karena apabila penggeseran elan vital itu sukses, maka Umat Islam akan kehilangan kekuatannya dalam semua aspek kebangsaan, ya ekonominya, ya politiknya, yg pada akhirnya akan kehilangan sejarah peradabannya di Nusantara ini. 

Jadi sekali lagi, bahwa menjadi Muslim sejati sama dengan menjadi Nasionalis sejati. Menjadikan Quran sebagai pedoman hidup, sama artinya dengan menjalankan Pancasila secara konsisten. 

 Wallahu a'lam..
 



#Konyol #Membenturkan #Pancasila