Kecintaan 
Ilustrasi
Kecintaan 

Oleh) Prof. Veni Hadju 

Saya pernah mengenal seorang anak muda yang saat itu baru selesai menamatkan pendidikan S1 di Jakarta. Tamat dari perguruan tinggi milik Kerajaan Saudi yang biasanya alumninya mendapat tawaran bekerja di pesantren yang besar, tidak membuatnya meninggalkan pesantren asalnya. Malahan dia bersedia diutus ke lokasi yang jauh terpencil dekat Danau Towuti, Luwu Timur. Hal ini dilakukannya karena kecintaan kepada almamaternya. 

"Bekerjalah dengan cinta" adalah frase motivasi yang sering kita baca di buku atau kita dengar dari ceramah. Melakukan sesuatu dengan cinta butuh perjuangan, butuh pengobanan, dan butuh kesabaran. Hanya orang ikhlas yang dapat mengerjakannya. Tidak sedikit orang yang berkerja karena dasar materi: janji masa depan yang lebih baik, menyenangkan, dan membahagiakan. Namun dengan dasar kecintaan, seseorang akan tampil tegar, optimis, dan memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. 

Kecintaan kita kepada dunia ini sering berlebihan. Itulah sebabnya Allah berulang kali mengingatkan dalam kitab mulia-Nya bahwa dunia ini sementara saja dan kita pasti akan meninggalkannya. Kecintaan kepada dunia inilah yang kadang membuat orang "terpeleset" dan kemudian menyesal. Perlu ada penghayatan yang mendalam agar kecintaan kita itu tetap berada dalam jalan yang menuju kepada kebenaran. 

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Kullu nafsin dzaaiqatul mauut, wanabluukum bisysyarri walkhairi fitnataw wailainaa turja'uun (QS Al-anbiyaa 21:35). Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami. 

Tanamkan kecintaan dalam setiap amalan untuk kebahagiaan yang hakiki


 



#Kecintaan