Hello,

Reader

Para Taipan Cari Aman Dalam Mendukung Para Capres
Istimewa
Para Taipan Cari Aman Dalam Mendukung Para Capres

Jakarta, HanTer - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf telah meluncurkan nomor rekening untuk menampung sumbangan dana kampanye yang masuk. Adapun program Jokowi digunakan untuk meraup sumbangan dari para taipan. Hal tersebut, kerap menuai kritik berbagai kalangan.

Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Indonesian for Transparency and Akuntabillity (Infra) Agus Chaerudin, mengatakan, hal tersebut sudah diprediksi sebelumnya. Menurut dia, para taipan maupun pengusaha tentu berpihak pada salah satu calon yang berlaga dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Para taipan maupun pengusaha pasti berpihak pada calon di pilpres. Bahkan di kedua calon pasti mereka turut membantu dalam pemenangan melalui logistik. Cuma, bicara porsinya biasanya incumbent lebih banyak dibantu," ungkap dia di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Ia mengungkapkan, bantuan dari para taipan maupun pengusaha kepada calon yang berlaga dalam pertarungan politik tersebut bisa saja merupakan suatu investasi politik. Nantinya, lanjut dia, hal tersebut bisa berujung pada politik balas budi.

"Pengusaha pasti cari aman. Karena melalui bantuan tersebut, sudah tentu ada politik balas budi nantinya atas bantuan yang diberikan. Berupa pengamanan usaha ataupun proyek, dan lainnya," ujar Agus.

Namun dalam hal ini, kata dia, posisi incumbent lebih diuntungkan. Karena menurutnya, pengusaha akan lebih yakin terhadap peluang incumbent akan memenangi pertarungan politik tersebut.

"Tentu para taipan dan pengusaha akan lebih membantu incumbent. Karena dari hitung-hitungan politik, incumbent lebih diuntungkan," terang dia.

Jual Program

Bendahara Timses, Wahyu Sakti Trenggono, mengaku tak mematok target jumlah dana yang terhimpun. "Targetnya efisien mungkin. Kalau 2014 (Pilpres 2014) punya pengalaman Rp300 miliar. Sebagian besar dana sumbangan, dana gotong royong masyarakat," katanya di Posko Cemara, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Wahyu menyatakan, salah satu cara menggalang dana adalah dengan menjual program Jokowi. Para penyumbang akan diyakinkan dengan capaian-capaian Jokowi selama ini.

"Kita akan jual program Pak Jokowi. Terutama para taipan Mereka kan bekerja di sini dengan kebijakan yang sudah beliau lakukan kan akan mempermudah," ungkap Wahyu.

Namun, belum ditentukan siapa saja taipan-taipan yang akan dibidik untuk penggalangan dana.

Wahyu menuturkan, sejauh ini dana awal kampanye yang telah dilaporkan ke KPU berasal dari perusahaan yang terafiliasi dengan pihak internal Jokowi-Ma'ruf.

"Ada juga dari partai, seperti PDIP sebagai pemegang saham terbesar," tutur Wahyu.

Dia memastikan, tidak akan ada dana dari pihak asing yang masuk. Semua uang yang masuk akan dicek silang terlebih dahulu untuk memastikan sumber dana.


#Pilpres #2019 #Dana #Kampanye

Komentar Anda
Komentar