Hello,

Reader

Senjata Serbu Ilegal Bisa untuk Makar dan Rongrong NKRI
Ilustrasi (ist)
Senjata Serbu Ilegal Bisa untuk Makar dan Rongrong NKRI

Jakarta, HanTer - Kepolisian harusnya membongkar apa motif dibalik kepemilikan senjata ilegal di kediaman Ommy Waisa Andrian (43) di apartemen Mediterania, Jakarta Barat, yang disebut tewas karena bunuh diri, Selasa (16/10/2018) lalu. Pasalnya, di ranah publik berkembang isu bahwa senjata serbu tersebut disuplai ke Indonesia untuk kepentingan tertentu oleh pihak asing guna merongrong NKRI, makar dan perbuatan perbuatan mafia penyelundupan senjata.

"Publik akan berspekulasi liar jika aparat kepolisian dan unsur intelijen terkait tidak profesional dan membongkar misteri di balik tewasnya Ommy dengan senjata serbunya," kata pengamat intelijen dari The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya kepada Harian Terbit. Minggu (21/10/2018).

Harits pun memprediksi jika saja Ommy tidak tewas dan kepemilikan beragam senjata tersebut tidak terungkap maka bisa saja senjata tersebut digunakan untuk makar atau merongrong NKRI oleh pihak asing melalui tangan Ommy. Apalagi jika kasus Ommy-Ommya lainnya juga tidak terungkap secara transparan. Oleh karenanya jangan sampai kasus Ommy tersebut seperti fenomena gunung es, yang hanya terlihat satu Ommy saja sementara Ommy-Ommy lainnya tidak terungkap.

"Bisa saja (senjata itu digunakan untuk makar atau merongrong NKRI oleh pihak asing). Apalagi jika diluar sana ada ommy-ommy lain dengan senjata api dan amunisi yang cukup. Sumber senjata jika bukan diproduksi Pindad, tinggal dicek jika bukan produk Pindad berarti produk luar. Nah masuknya ke Indonesia pasti melalui jalut ilegal. Dan anasir asing pasti terlibat. Ini potensi menjadi ancaman tethadap keamanan negara," tegasnya.

Lebih lanjut Harits menuturkan, pihak asing yang bermain dengan memanfaatkan Ommy bisa saja dilakukan pihak atau mafia yang mempunyai kepentingan bisnis di Indonesia. Atau bisa saja dilakukan oleh unsur intelijen asing yang mempunyai rencana atau plan membuat kacau keamanan Indonesia dengan target kepentingan politik tertentu.

Dalam perspektif keamanan, sambung Harits,  kepemilikan dan keberadaan senjata seperti pada kasus Ommy adalah sebuah ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban negara. Oleh karenanya dalam kasus ini aparat intelijen  kecolongan. Karena fakta empiriknya aparat keamanan baru mengetahui adanya senjata paska tewasnya Ommy. Apalagi kasus senjata-senjata Ommy jauh lebih berbahaya dari soal kebohongan seorang Ratna Sarumpaet.

Informasi yang berkembang tewasnya Ommy merupakan strategi pasukan dari negara asing jelang Pilpres 2019.  Tidak heran tewasnya Ommy dengan ditemukannya banyak sejata api tempur (senapan serbu) seperti Sniper Barret M82, steyr aug dan Sig 516.

UU Teroris

Harits menuturkan, dengan tewasnya Ommy yang penuh misteri tersebut maka perlu ditelisik faktor-faktor apa yang melatarbelakangi atau melingkupinya sebelum tewas. Faktor-faktor tewasnya Ommy bisa ditelusuri melalui keluarga, kerabat, teman, relasi bisnis atau ia punya lingkungan sosial. Oleh karenanya senjata Ommy tentu tidak jatuh begitu saja dari langit.

"Pertanyaan pentingnya; dari mana Ommy dapatkan semua barang tersebut?  Adakah mafia perdagangan senjata yang bisa sediakan senjata serbu dan lainnya untuk orang seperti Ommy atau siapapun yang mampu bayar. Ataukah ada oknum TNI atau Polri yang menyediakan senjata itu semua yang kabarnya untuk di koleksi oleh seorang Ommy?" paparnya.

Lebih lanjut Harits mempertanyakan, apakah koleksi senjata seperti Ommy itu legal atau ilegal menurut UU di Indonesia. Harusnya Ommy dikenakan UU Teroris sehingga kasusnya tidak bisa ditutup dengan alasan obyeknya
tewasnya. Perlu dikembangan soal jejaring Ommy baik dilevel lokal maupun internasional. Apa motif kepemilikan senjatanya. Karena bisa jadi senjata tersebut bukan milik Ommy tapi titipan person atau kelompok tertentu atau jebakan dari satu jaringan tertentu.

UU Darurat

Seperti diketahui Polres Jakarta Barat menemukan beberapa senjata api di dalam kamar Ommy Waisa Andrian (43), korban penembakan di apartemen Mediterania, Selasa, 16 Oktober 2018. Ommy Waisa Andrian  yang diduga bunuh diri menggunakan senjata api miliknya itu juga memiliki beberapa senjata api ilegal.

"Ternyata di kamarnya atau di TKP kami temukan senjata-senjata yang lain. Apabila tersangka atau korban tidak meninggal, tentunya akan menjadi perhatian terkait dengan Undang-undang Darurat terkait dengan kepemilikan senjata," kata Kepala Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi, Rabu (17/10/2018).

Adapun senjata api yang disita dari kamar korban Ommy Waisa Andrian adalah senjata MP4 standar militer kaliber 5.56 berjarak efektif kurang lebih 300 meter, senjata api Hunter CZ 43 dengan izin atas nama korban, senjata bareta tomcat yang digunakan untu bunuh diri, senjata All 19-11 kaliber 9 mm, senjata api NAA Magnum 22 mm, dan peluru kaliber 22. Ditemukan juga ratusan butir peluru, 198 butir peluru kaliber 45, kaliber 9 mm, kaliber 5.56,serta beberapa senjata lain yang ilegal.

Karena tersangka yang memiliki sejata tersebut adalah korban bunuh diri, kata Hengki, maka kasus tersebut menjadi gugur sesuai pasal yang ada. Meski begitu polisi masih terus memburu dan mencari informasi didapatkannya senjata-senjata ilegal yang beredar. “Semestinya senjata tersebut tidak bebas dimiliki oleh warga sipil,” ujar Hengki.


#Senjata #Api #Senpi #Serbu #Polisi #Jakarta #Barat

Komentar Anda
Komentar