Hello,

Reader

Pengamat: Siapa Pemilik Senjata Serbu Harus Diungkap
Ilustrasi (ist)
Pengamat: Siapa Pemilik Senjata Serbu Harus Diungkap

Jakarta, HanTer - Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, penemuan senjata api ilegal di apartemen Mediterania yang diugkap Polres Jakarta Barat, masih menyisakan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat. Seharusnya kasus ini lebih didalami.

"Menurut saya kasus bunuh diri dalam kaitannya dengan sebegitu banyak senpi kaliber militer disimpan di rumahnya, perlu didalami," ujar Bambang kepada Harian Terbit di Jakarta, Minggu (21/10/2018).

Pertama ungkap Bambang, dari mana masuknya senpi itu hingga ada di tangan yang bersangkutan? Kedua ada atau tidak surat-surat ijinnya?

"Kalau ada, dari instansi apa yang memberikan. Ketiga, pemiliknya ditemukan bunuh diri, apa benar-benar bunuh diri dan apa penyebabnya? Keempat. Apa profesi si pemilik, dengan siapa saja ia menjalin hubungan dan bagaimana kegaiatannya sehari-hari dan lain-lain," paparnya.

Selain itu, lanjut Bambang, pihak kepolisian harus segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan-dugaan di atas, sehingga diketahui kebenarannya sesuai dengan bukti-bukti materiil dalam hukum.

"Jangan sampai kasus tersebut berkembang menjadi suatu analisis  yang bersifat "imajiner" (khayal), kemudian disampaikan ke publik, sebagai pendapat yang seolah-olah benar," bebernya.

Ditambahkan lagi, buka alat bukti ke publik, "Seperti alasan pengalihan isu, makar dan lainnya. Sekali lagi polisi harus segera dan dengan cepat mencari alat-alat bukti untuk mendudukan kasus yang sebenarnya (nyata)," pungkas Bambang.

Seperti diketahui Polres Jakarta Barat menemukan beberapa senjata api di dalam kamar Ommy Waisa Andrian (43), korban penembakan di apartemen Mediterania, Selasa, 16 Oktober 2018. Ommy Waisa Andrian  yang diduga bunuh dirimenggunakan senjata api miliknya itu juga memiliki beberapa senjata api ilegal.

"Ternyata di kamarnya atau di TKP kami temukan senjata-senjata yang lain. Apabila tersangka atau korban tidak meninggal, tentunya akan menjadi perhatian terkait dengan Undang-undang Darurat terkait dengan kepemilikan senjata," kata Kepala Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi, Rabu (17/10/2018).

Adapun senjata api yang disita dari kamar korban Ommy Waisa Andrian adalah senjata MP4 standar militer kaliber 5.56 berjarak efektif kurang lebih 300 meter, senjata api Hunter CZ 43 dengan izin atas nama korban, senjata bareta tomcat yang digunakan untu bunuh diri, senjata All 19-11 kaliber 9 mm, senjata api NAA Magnum 22 mm, dan peluru kaliber 22. Ditemukan juga ratusan butir peluru, 198 butir peluru kaliber 45, kaliber 9 mm, kaliber 5.56,serta beberapa senjata lain yang ilegal.



#Senjata #Api #Senpi #Serbu #Polisi #Jakarta #Barat

Komentar Anda
Komentar