Hello,

Reader

Tebang Pohon di Jakarta Bisa Dipenjara, Denda Rp50 Juta
Ilustrasi suasana evakuasi pohon tumbang (ist)
Tebang Pohon di Jakarta Bisa Dipenjara, Denda Rp50 Juta

Jakarta, HanTer - Masyarakat Jakarta diimbau agar tak sembarangan menebang pohon. Pelarangan tersebut tercantum dalam Perda DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007.  Pada pasal 12, Huruf G tentang Ketertiban Umum tertulis bahwa 'Setiap orang atau badan dilarang memotong, menebang pohon atau tanaman yang tumbuh di sepanjang jalan, jalur hijau dan taman'.

Ancaman pidana terhadap pelanggaran pasal tersebut adalah berupa kurungan penjara paling singkat 30 hari dan paling lama 180 hari atau denda paling sedikit Rp5.000.000 dan paling banyak Rp50.000.000.

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan, pemerintah dinilai masih perlu memiliki peraturan khusus dan spesifik mengenai pohon. Menurutnya, rencana induk pepohonan yang diwujudkan melalui peraturan khusus tersebut, berfungsi untuk mengatur perawatan pohon-pohon yang ada di Jakarta.

"Berbekal rencana induk dan Perda pohon, Pemda dapat melakukan audit pohon," kata Nirwono di Jakarta, Minggu (21/10/2018).

Bentuk audit tersebut, kata dia, dengan cara mengecek kesehatan pohon. Misalnya, pohon yang berwarna hijau masih aman alias tidak berpotensi tumbang meskipun dihantam angin kencang. Kemudian, pohon yang berwarna kuning yang artinya memerlukan perawatan dan pemangkasan secukupnya, pohon berwarna oranye yang berarti memerlukan perawatan khusus dan pohon yang berwarna merah yang berarti harus ditebang karena sudah lapuk.

"Dengan pengecekan rutin dan berkala, Pemda DKI dapat mengantisipasi dengan cepat dan tepat setiap saat penanganan pohon-pohon, terutama pohon besar yang berada di jalan raya, area pemukiman. Selama ini pohon-pohon dipangkas dan asal tebang tanpa alasan jelas dan tanpa rasa estetika," jelas dia.

Perda mengenai pohon, kata dia, dinilai penting untuk dibuat agar Pemprov mampu merencanakan penghijauan kota dengan baik. Dengan payung hukum tersebut, pemerintah juga dapat segera menyiapkan bibit-bibit sesuai jenis pohon yang dibutuhkan, apakah untuk taman, jalur hijau, pengaman, penyerap polutan, dan lain sebagainya.

Denda dan Kurungan

Adapun pelarangan terkait penebangan pohon, tercantum dalam Perda DKI Jakarta Nomor 8 tahun 2007 Pasal 12, Huruf G tentang Ketertiban Umum.

"Intinya isinya perda itu adalah gak boleh nebang pohon tanpa izin. Harapan kami, masyarakat Jakarta jangan lagi menebang pohon tanpa izin, karena secara ekologis, pohon amat bermanfaat bagi manusia dan juga sebagai paru-paru kota." ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penegakan Hukum Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Henri Perez, kemarin.

Ia mengungkapkan, pelanggaran terhadap perda itu akan dikenakan sanksi berupa denda hingga Rp25 juta.

Adapun di tahun 2017, Pihak Dinas Kehutanan DKI Jakarta telah memidanakan sekitar 6 orang yang menebang pohon tanpa izin. Total denda persidangan Tipiring sebesar Rp120 juta sudah disetorkan ke kas negara.


#Penebangan #Pohon #Pemprov #DKI

Komentar Anda
Komentar