Hello,

Reader

Kejagung Terima Tersangka  Pemalsu Cukai Rokok dari  Penyidik BC 
Kejagung Terima Tersangka  Pemalsu Cukai Rokok dari Penyidik BC 

Jakarta, HanTer - Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima Harwono (42), tersangka pembawa 52 bal rokok menggunakan pita cukai palsu dan 5 slop rokok yang tidak menggunakan pita cukai dari penyidik Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (BC) Tangerang, Banten. 

Selanjutnya tersangka juga telah diserahkan Kejagung ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang Selatan (Tangsel) untuk segera disidangkan di pengadilan negeri setempat.

"Tersangka juga dilakukan penahan oleh Kejari Tangsel selama 20 hari kedepan, Ditahan di LP Pemuda Tangerang," ujar Kapuspenkum Kejagung, Mukri di Kejagung, Rabu (24/10/2018).

Mukri menuturkan, Harwono yang tinggal di Perumahan Puri Husada Agung Blok C.4 RT001 RW010 Kelurahan Cibinong Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditangkap Bea dan Cukai Tangerang, karena membawa 52 bal rokok menggunakan pita cukai palsu dan 5 slop rokok yang tidak menggunakan pita cukai. 
Harwono ditangkap di Jl.Jati Jelupang, Serpong Utara, Tangsel, Senin (27/8/2018) lalu.

Barang bukti disimpan tersangka di dalam mobil minibus merk APV, berupa  rokok merk Gudang Garam Surya 36 bungkus putih yang dilekati pita cukai yang tidak sesuai dengan yang diwajibkan. 

Diduga palsu sebanyak 33 bal atau 6600 bungkus, rokok Gudang Ganam Surya 36 bungkus hitam yang dilekati pita cukai yang tidak sesuai dengan yang diwajibkan/diduga palsu sebanyak 19 bal atau 3800 bungkus.

Selain itu rokok merk Rolling yang tidak dilekati pita cukai sebanyak 5 slop atau 50 bungkus dengan total keseluruhan sebanyak 10.450 bungkus rokok dan 208.000 batang rokok. Akibat perbuatannya negara mengalami kerugian sebesar Rp. 77.256.000. Harwono pun dijerat pasal 54, atau pasal 56 UU No. 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 1995 tentang cukai.

"Ancaman pidana yang bakal diterima tersangka paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar," jelasnya.  


#Pemasu #Cukai #Rokok

Komentar Anda
Komentar