Hello,

Reader

Celeg DPRD DKI Dilaporkan Terkait Dugaan Tindak Pidana Penyekapan atau Perampasan Kemerdekaan
Sri Retno Wardani melaporkan tindak pidana merampas kemerdekaan jo pengancaman yang dilakukan AL dan SW.
Celeg DPRD DKI Dilaporkan Terkait Dugaan Tindak Pidana Penyekapan atau Perampasan Kemerdekaan

Jakarta, HanTer -- Setelah berbulan-bulan merasa terintimidasi hingga jatuh sakit, akhirnya Sri Retno Wardani (58) melapor ke Polres Jakarta Selatan, Sabtu (27/10).

Dalam LP nomor 2061/X/2018/PMJ/RJS, Retno melaporkan tindak pidana merampas kemerdekaan jo pengancaman yang dilakukan AL dan SW.

Saat ditemui dikediamannya, Retno mengungkapkan kejadian berawal April 2018 lalu, dimana salah satu keponakannya sedang butuh uang. Retno pun membantu dengan meminjam ke seseorang berinisial CLM sebagai mediator.

Akhirnya disetujui pinjaman sebesar Rp 5,5 Miliar dengan agunan SHM rumahnya seluas 1.828 meter di Jalan Nangka II ujung no 24 RT 011/002 kelurahan Cipete Utara Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

"Namun, yang saya terima hanya Rp 4 Miliar. Katanya yang Rp 1,5 miliar lainnya untuk admisnitrasi dan lain-lain," ujarnya saat ditemui wartawan kemarin.

Kemudian, lanjut Retno pada Juni 2018, pinjamannya jatuh tempo harus bayar sebesar Rp 5,5 miliar. 

"Karena belum sanggup bayar, oleh CLM hutang saya dioper ke AL. Oleh AL saya dikenakan bunga Rp 1 miliar 40 juta. Kemudian, AL nambahin dana Rp 2,5 Miliar namun saya hanya dikasih Rp 1,8 Miliar," beber Retno didampingi pengacaranya Yoris Defane,SH dan Gerits de Fretes,SH,MH.

Yang bikin saya kaget, lanjut Retno dalam jangka waktu 2 bulan tepatnya di bulan Agustus 2018, saya harus kembalikan pinjaman sebesar Rp 9 miliar." Saya belum bisa membayarnya," ujarnya lagi.

Oleh AL, pinjaman diperpanjang 2 bulan hingga Oktober 2018, namun saya disuruh membayar Rp 9.9i miliar 

"Sebenarnya di Oktober ini saya mau membayar tapi tidak cukup uangnya saya minta perpanjangan waktu tapi ditolak oleh AL dengan berbagai alasan AL tidak mau menerima pembayaran lagi," ujar Retno lirih.

Kata Retno, masih dalam bulan Oktober ini, AL bersama SW yang merupakan oknum Caleg DPRD DKI 2019 dapil Jakarta Selatan datang ke rumahnya dengan membawa oknum ormas kepemudaan.

"Akses masuk rumah saya digembok dari luar selama 3 hari, CCTV dimatikan, mereka buat selebaran yang isinya bertujuan untuk mempermalukan saya dan dibagikan kepada warga sekitar. Kemudian sejumlah oknum anggota ormas ikut menduduki rumah," kata Retno.

Atas kejadian ini, Retno merasa terintimidasi dan tertekan hingga jatuh sakit dan sempat dirawat di Rumah sakit.

"Setelah berkonsultasi dengan tim Pengacara, akhirnya saya melaporkan kejadian yang saya alami ke Polres Jaksel," pungkasnya.

Sementara itu, pengacara Retno, Yoris Defane, SH dan Gerits De Fretes, SH, MH mengungkapkan terlapor diduga melakukan tindak pidana penyekapan atau perampasan kemerdekaan dan pengancaman sebagaimana diatur dalam pasal 333 jo 336 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

"Secara prinsip, Ibu Retno siap mengembalikan pinjaman sebesar Rp 9,9 miliar tersebut, namun minta waktu hingga akhir November mendatang," ujarnya.


#CalegDPRDDKI

Komentar Anda
Komentar