Hello,

Reader

Ada Merah Putih di Bendera PKB, Eggi: Polisi Harus Periksa Cak Imin
Kontroversi penggunaan bendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Ada Merah Putih di Bendera PKB, Eggi: Polisi Harus Periksa Cak Imin

Jakarta, HanTer - Kontroversi kerap merebak pasca wacana penggunaan bendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang terdapat latar warna merah putih di belakang logo PKB. Berbagai kalangan kerap mengkritik hal tersebut.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana meminta polisi segera memeriksa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terkait penggunaan bendera mirip lambang negara Indonesia untuk bendera partainya.

Tak hanya itu, Eggi juga meminta agar Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Kyai Ma'ruf Amin turut diperiksa karena telah terlibat dalam pengibaran bendera PKB mirip lambang negara itu.

"Saya minta tolong polisi dengan hormat periksa itu Muhaimin Iskandar dan yang terkait selanjutnya. Juga periksa Ma'ruf Amin karena dia ikut mengibarkannya dalam satu momen," kata Eggi di Jakarta, usai mengisi sebuah diskusi, Minggu (11/11/2018).

Menurutnya,  jika melihat pada aturan hukum perundang-undangan yang berlaku apa yang dilakukan PKB itu telah melanggar ketetapan Undang-undang mengenai lambang negara.

Adapun Undang-undang yang dilanggar itu kata Eggi yakni Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan yang telah disahkan pada 9 Juli 2009 lalu.

Dijelaskan Eggi dalam Pasal 57 poin C telah dikatakan dengan gamblang bahwa setiap orang dilarang mengurangi atau bahkan menambahkan simbol negara merah putih.  "Jadi enggak boleh, jadi tidak murni lagi, apalagi buat lambang parpol. Itu bisa pidana Rp100 juta denda dan penjara satu tahun," kata Eggi.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki bendera baru yang memuat lambang, nomor urut 1 peserta Pemilu 2019, dengan warna dasar merah putih. Sekilas, bendera ini tampak seperti logo PKB lama yang ditempelkan di atas bendera merah putih.

PKB Bantah

Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan, mempertanyakan pihak-pihak yang meminta partainya menarik logo baru PKB dengan alasan pelanggaran terhadap aturan bendera Merah Putih. Menurut Daniel, logo yang digunakan untuk kampanye Pemilu 2019 itu tidak menyalahi aturan, meskipun terdapat latar warna merah putih di balik logo warna hijau PKB. Logo itu bahkan sudah didaftarkan ke KPU.

Jika ada pelanggaran, kata Daniel, sejak awal pasti KPU tidak akan menerima logo tersebut sebagai materi kampanye. "Kenapa harus ditarik? Tidak ada yang dilanggar, kalau memang melanggar sejak dari awal akan ditolak KPU," kata Daniel di Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Daniel mengatakan, bendera Merah Putih berbeda dengan logo PKB. Bendera Merah Putih, kata Daniel, memiliki kriteria dan ukuran yang spesifik, yang berbeda dari latar warna merah putih yang digunakan oleh partainya.

Penggunaan latar warna merah putih, menurut Daniel, menunjukkan semangat PKB sebagai partai religius dan nasionalis.

Tidak Boleh

Akademisi Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengatakan, bendera merah putih tidak boleh sembarangan digunakan untuk kepentingan apapun, baik kepentingan politik, bisnis, maupun yang lainnya. Bendera merah putih, kata Musni, melambangkan identitas Indonesia. Menjadi persoalan jika kemudian identitas bangsa digunakan untuk kepentingan tertentu.

"Kalau kita lihat merah putih itu melambangkan Indonesia. Tidak boleh orang menggunakan dengan alasan apapun untuk kepentingan politik, termasuk bisnis, karena itu ada aturannya," kata Musni dalam diskusi bertema "Polemik Merah Putih-Logo PKB: Penodaan Lambang Negara-kah?" di kawasan Guntur, Jakarta Selatan, Minggu (11/11/2018).

Musni mengatakan, dilihat dari perspektif sosiologis, logo PKB yang menggunakan latar warna merah putih itu dapat menimbulkan dampak sosial berupa kekisruhan dalam masyarakat. Lebih jauh, bisa memicu perpecahan.

Untuk itu, Musni menyarankan supaya PKB menarik logo partai tersebut dan kembali menggunakan logo partai PKB yang lama. "Lebih baik PKB menarik itu dan kembali pada posisi (logo) semula," ujar Musni.


#PKB #CakImin #Bendera #MerahPutih

Komentar Anda
Komentar