Hello,

Reader

PPP Muktamar Jakarta Siap Jalankan Amanah Umat dan Kader
Politisi PPP Lukman Hakiem
PPP Muktamar Jakarta Siap Jalankan Amanah Umat dan Kader

Jakarta, HanTer - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sukses digelar di Jakarta pada tanggal 15 -  16 Nopember 2018 kemarin. Mukernas ini dihadiri 34 DPW PPP se - Indonesia dan menghasilkan butir-butir kesepakatan yang merupakan amanat umat dan kader PPP dari seluruh Indonesia untuk kemajuan PPP.

Lukman Hakiem, sebagai orang yang memilih PPP sejak Pemilu 1977, mengapresiasi pelaksanaan Mukernas IiI yang mengusung kembali tema islah (rekonsiliasi) untuk mengembalikan marwah PPP.  "Sejak munculnya konflik PPP, saya tidak pernah bosan menyerukan islah," ujarnya seraya menyerukan satu muktamar untuk satu PPP.

Lukman yang pernah menjadi Staf Khusus Wakil Presiden Hamzah Haz (2001-2004) menuturkan, meskipun pemerintah hanya mengakui PPP pimpinan Romahurmuzi. Namun di lapangan masih ditemui kepengurusan PPP hasil Muktamar Jakarta. "Belakangan malah muncul PPP Khittah," jelasnya. 

Oleh karena itu, dia berharap dengan dikukuhkannya pengacara Dr. Humphrey Djemat sebagai Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta bisa meneruskan estafet kepemimpinan Djan Faridz yang mengundurkan diri. Semoga kepemimpinan Dr. Humphrey Djemat
dapat memberi angin segar bagi keutuhan kembali PPP. 

"Ini memang tugas yang tidak ringan, tetapi harus tetap dikerjakan. Saya berharap, Pak Humphrey konsisten pada jalan islah yang penuh dengan onak dan duri itu," tegasnya.

Mengenai keputusan Mukernas III mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Lukman menyampaikan kegembiraannya karena Mukernas telah berpihak kepada hasil Ijtima Alim Ulama. Oleh karenanya Lukman sangat mendukung PPP dibawah Ketum Dr. Humphrey Djemat dalam menyalurkan suara DPW  - DPW se Indonesia untuk menetapkan dukungannya pada paslon 02 Prabowo - Sandiaga. 

Tidak heran, Lukman pun mengajak para senior PPP dan kader  untuk bersama memberikan dukungan, merapatkan barisan dan mengembalikan marwah partai.
"Sebagai partai warisan ulama, sudah seharusnya PPP mengikuti petunjuk para ulama," paparnya.

Lukman menilai, keputusan Mukernas telah mewadahi aspirasi kader dan umat Islam. Ia melihat hasil Mukernas itu sebagai perubahan haluan politik PPP Muktamar Jakarta yang sangat signifikan dan menggembirakan. 

"Semoga dengan hasil Mukernas itu, martabat partai warisan ulama ini kembali tegak," ujar penulis buku mengenai pejuang Muslim yang mengaku sebagai kader PPP dirinya tidak aktif di dalam kepengurusan PPP yang manapun. 

"Bagi saya, PPP Romahurmuzi, PPP Humphrey Djemat, atau PPP Khittah; semuanya adalah PPP," katanya sambil menambahkan, "bahwa pemerintah hanya mengakui salah satu, itu soal lain." 

Pada kesempatan lain, Mimin Austiana Wasekjend DPP PPP yang pada acara Mukernas lalu bertindak sebagai panitia bergembira atas rekomendasi yang dihasilkan mendapat respon yang luar biasa dari para kader dan umat islam. "Saya sampai meneteskan air mata karena banyak sekali WA (WhatsApp) dan komen dilaman medsos yang menyambut baik. Bahkan video saat pembacaan hasil Mukernas oleh Ketua Umum yang ada di medsos ditonton puluhan ribu kali.

 "Subhanallah, sekali lagi umat dan kader menanti ini", lirih Ibu yang juga aktif di Muslimat NU dan mengajar di beberapa perguruan ini 

Sebelum berpisah, Mimin Austiana mengucapkan Selamat mengemban amanah pada Pak Humphrey Djemat selaku Ketua Umum PPP dan mengucapkan terima kasih pada Bapak Djan Faridz yang telah selama ini memperjuangkan PPP bersama kami. 
Sambil mengepalkan tangan tangan tanda semangat memekikan PPP Jaya, Partaiku PPP. 

Dia pun mohon izin untuk melanjutkan aktivitasnya. "Semangat Ghirah Perjuangan PPP kembali bersinar setelah hasil Mukernas III menampung aspirasi umat.  Selamat sukses Ketua Umum Humphrey Djemat. Jangan lupakan umat dan rangkul ulama," tegasnya. 


#PPP #DjanFaridz

Komentar Anda
Komentar