Hello,

Reader

Kemenpar Dorong TNBB  Jadi Persinggahan Wisata Perbatasan Bali - Banyuwangi
Bimbingan Teknis (BIMTEK) strategi pemasaran Kawasan Ekowisata Taman Nasional Bali Barat
Kemenpar Dorong TNBB  Jadi Persinggahan Wisata Perbatasan Bali - Banyuwangi

Jembrana, HanTer - Taman Nasional Bali Barat (TNBB) memiliki potensi ekowisata yang bernilai jual. Karena itu Kemenpar mendorong agar TNBB bisa menjadi persinggahan wisata perbatasan Bali - Barat. Hal ini terungkap dalam kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) strategi pemasaran Kawasan Ekowisata Taman Nasional Bali Barat, di Hotel Jimbarwarna, Jembrana-Bali, Kamis (15/11).

Kemenpar berharap TNBB tidak sekedar sebagai tempat melintas bagi para pengemudi. Tapi, mampu menarik minat bagi para penyebrang. Khususnya untuk singgah dan menikmati wisata yang ada di TNBB. 

Taman Nasional Bali Barat merupakan satu-satunya taman nasional yang berada di Provinsi Bali. Kawasan ini memiliki luas 19.002,89 hektare. TNBB berada di wilayah administrasi kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, dan kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Berada di sisi barat Pulau Dewata, TNBB menyimpan potensi sumber daya wisata yang tinggi. Kawasan ini memiliki ekosistem monsoon forest, kekayaan biota laut, hingga keberagaman flora dan fauna. Di sini pula terdapat habitat asli dan terakhir Burung Jalak Bali (Leucopsar Rotschildi). Pengelolaan TNBB juga memakai zonasi penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata Kemenpar, David Makes mengatakan, Kemenpar telah mencanangkan kunjungan wisman tahun 2019 sebanyak 20 juta dan 275 juta untuk wisnus. Ia berharap semua yang hadir  dalam kegiatan itu mengusung target tersebut.

"Kita masih punya beberapa bulan kedepan untuk merealisasikan target tersebut. Pengembangan wisata hutan konservasi ini memang sedikit lambat. Dari sekian juta hektare baru nol sekian persen pemanfaatannya. Selain itu malah yang beroperasi juga semakin sedikit. Ini menjadi perhatian kita supaya melalui mekanisme pelatihan bimbingan teknis ini kedepan nya akan lebih baik," ujar David.

David Makes menjelaskan, moto  Pak Menteri  makin dilestarikan maka akan semakin mensejahterakan sangat cocok dengan pengembangan ekowisata ini. 

"TNBB ini kita masukan dalam satu prioritas destinasi tim percepatan pengembangan ekowisata nasional. Kemenpar telah membentuk tim dan menempatkan TNBB sebagai percontohan pengembangan ekowisata nasional. Untuk di ketahui, bahwa TNBB ini menjadi satu-satunya taman di Indonesia yang diakui sebagai taman nasional terbaik di regional Asia Pasifik di ITB Berlin, yang plakatnya diterima oleh Bapak Menteri," kata David.

David menambahkan Banyak potensi-potensi wisata yang dekat dari Jawa ke Bali yang harus di kembangkan. "Dan sudah ada inisiatif dari Pak Bupati Jembrana baik itu berupa pengembangan cluster maupun pembangunan pariwisata terpadu. Secara cepat kami pun dari tim Percepatan pengembangan ekowisata menyambut baik inisiatif dari Pak Bupati Jembrana dengan meresmikan cluster  Jawa Timur-Bali," ujar David.

Dalam pemaparannya, Kepala Sub Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air, Direktorat PJLHK, Widada menyampaikan, Kita mengenal bahwa konservasi itu ada sekitar 27 juta hektar luasnya. 

"Untuk mendekati konservasi itu untuk pengelolaan melakukan 3B, ada perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengangkutan keanekaragaman hayati dan pemanfaatan sumber daya alam," katanya.

Intinya kawasan ini harus di manfaatkan untuk di lestarikan. "Secara total, kita memiliki jumlah kawasan sekitar 500. Perlu adanya pembangunan jaringan akses wisata dan fasilitas umum yang layak dan memadai," ujarnya.

Dijelaskannya, Bali ada satu taman Nasional Bali Barat, kalau di Jawa timur banyak sekali. Jadi ini perlu di manfaatkan karena potensi-potensi ini sangat baik sekali. Ada gunung, air terjun, goa dan sebagainya. 

Untuk mendukung undang-undang pariwisata alam antara lain dengan tersusun nya desain tapak untuk pembangunan kesetaraan di kawasan konservatif. 

"Jadi tidak boleh sembarang membangun dan tidak bisa memanfaatkan kawasan konservatif sebelum ada desain tapak. Meningkatnya jumlah kunjungan wisata di kawasan konservasi selama lima tahun memang kita tidak terlalu banyak sekitar 1,5 juta wisman," urainya.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan dukungannya untuk pengembangan Taman Nasional Bali Barat. “Taman nasional ini hadir untuk mempertegas kekayaan ekowisata Indonesia. Dan Bali sebagai destinasi tingkat dunia, harus mengembangan ekowisata untuk melengkapi destinasinya yang luar biasa,” katanya.


#Kemenpar #TNBB #WisataPerbatasanBali #Banyuwangi

Komentar Anda
Komentar