Hello,

Reader

Pembunuhan Sadis Marak, Nyawa Terkesan Murah
Ilustrasi (ist)
Pembunuhan Sadis Marak, Nyawa Terkesan Murah

Jakarta, HanTer - Dalam beberapa hari terakhir, tiga kasus pembunuhan secara sadis berhasil diungkap pihak kepolisian. Kasus tersebut adalah pembunuhan satu keluarga di Bekasi, pembunuhan eks wartawan yang mayatnya dimasukkan dalam tong di Bogor, dan pembunuhan perempuan pemandu lagu yang mayatnya dimasukkan dalam lemari di Mampang, Jakarta Selatan. Kasus ini semakin menunjukkan kasus pembunuhan sadism makin marak, nyawa pun terkesan murah.

Dalam kasus pembunuhan Ciktuti Iin Puspita (22), pemandu lagu di tempat hiburan malam, tim buru sergap (buser) berhasil menangkap dua pelaku, Yustian (24) dan Nissa Regina (17). Keduanya teman kos korban.

Ciktuti ditemukan tewas dengan tali terlilit di lehernya dalam lemari di kamar kost, Jalan Mampang Prapatan VIII, Gang Senang, Komplek Bappenas RT003/RW01, Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan oleh penjaga kostnya Wahyu dan Rofik.

Keterangan pihak kepolisian, usai membunuh, kedua pelaku langsung melarikan diri ke Sumatera Barat menggunakan bus, namun sudah tercium oleh Buser Polda Metro Jaya yang langsung berkoordinasi dengan Polres Merangin, Jambi untuk menangkap kedua pelaku.

Saat bus melintas di Kabupaten Merangin, kedua pelaku diringkus, dan kemudian langsung digelandang ke Mapolres Merangin.

Pelaku Kesal

Yustian mengaku membunuh karena kesal terhadap korban yang telah membohongi pacarnya, Nissa.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku menyebutkan melakukan perbuatan keji itu pada hari Senin 19 November 2018 sekitar pukul 21.00 WIB saat korban pulang ke kosnya lantas marah-marah dan bertengkar dengan Nissa.

Pelaku Yustian ikut marah dan langsung memukul korban menggunakan palu yang berada di dalam kamar sehingga korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala.

“Saya kesal dengan korban, sebab sudah menipu pacar saya. Pacar saya bekerja dan dijanjikan uang cash sebesar Rp1,2 juta. Tapi, cuma dikasih Rp500 ribu,” kata pelaku.

Melihat korban yang akhirnya tewas. Kedua panik, selanjutnya pelaku menyembunyikan jasad korban di dalam lemari. Usai membunuh, pada pukul 22.30 WIB pelaku keluar dari kos korban dengan niat melarikan diri.

Eks Wartawan

Sementara itu Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya membenarkan kedua pelaku pembunuhan di Jakarta Selatan, sudah ditangkap.

“Kita hanya membantu melakukan penangkapan. Kebetulan pelaku melintasi wilayah hukum kita, besok mungkin pelaku akan di bawa ke Polda setelah itu langsung ke Polda Metro Jaya oleh anggota," kata Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya, Rabu (21/11/2018).

Sementara itu Tim Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya menangkap pembunuh eks wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi di daerah Bekasi, Jawa Barat. Polisi menemukan barang-barang Dufi yang dibawa pelaku bernama MN (35).

Identitas pelaku bernama M. Nurhadi kelahiran Jakarta 11 Juli 1983, pekerjaan karyawan swasta beralamat di Jl. Narogong Cantik Raya D140/3 RT 1 RW 23 pengasinan Rawa Lumbu Bekasi Kota.

"Saat dilakukan penggeledahan badan ditemukan pada pelaku antara lain HP korban, KTP korban, SIM korban, kartu-kartu ATM, dan buku tabungan milik korban," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, Selasa (20/11/2018).

Bisa Diungkap

Menanggapi maraknya pembunuhan sadis, mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji meminta kepolisian bekerja keras untuk mengungkapnya. Dia mengapresiasi kepolisian berhasil mengungkap pembubuhan satu keluarga di Bekasi, pemunuhan eks wartawan di Bogor, dan seorang perempuan di Mampang Prapatan Jakarta Selatan.

Terkait kasus pembunuhan eks wartawan, kepolisian harus memastikan apakah pelakunya satu orang atau lebih. “Polisi juga harus memastikan apakah ada tanda-tanda korban mengenal pelaku, dan dari mobil yang dibawa kabur pelaku, tentu akan membantu polisi untuk mengetahui motif pelaku dihabisi. Dari barang bukti yang ditemukan, Saya yakin polisi bisa mengungkap misteri ini dengan baik,” kata Susno dalam wawancara dengan TVOne, Rabu (21/11/2018) pagi.


#Pembunuhan #Bekasi #Polisi #Wartawan

Komentar Anda
Komentar